TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Antusiasme pencari kerja tampak terlihat dan memadati pelaksanaan lokasi Job Fair 2026 yang digelar di Gedung UPT Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (30/7/2026).
Sejak pagi, ratusan pelamar dari berbagai latar belakang pendidikan memadati lokasi kegiatan. Di tangan mereka menggenggam map berisi berkas lamaran untuk memperebutkan lowongan kerja yang dibuka puluhan perusahaan.
Di sudut lain, tampak para pelamar tengah sibuk menuliskan kertas amplop dan ada juga yang tampak sibuk mengecek satu per satu berkas dalam map plastik khawatir ada yang tertinggal saat berangkat dari rumah.
Dari sudut lainnya pelamar lainnya sedang berdiri, berteduh di bawah pohon di sekitar gedung sembari mengisap satu batang rokoknya, dari ekspresi mereka punya harapan besar untuk bisa lolos diterima di perusahaan yang dilamar.
Di antara banyaknya pencari kerja yang datang, ada Mohammad Fahri Turmudzi, tak mau ketinggalan ikut bertaruh keberuntungan. Fahri, sapaan akrabnya mengaku, ia lulusan SMK Negeri 2 Tarakan angkatan 2025. Ia menjadi salah satu pelamar yang datang dengan harapan memperoleh pekerjaan setelah selama ini lebih banyak mencoba melamar secara daring.
Baca juga: Job Fair 2026 di Tarakan, PT PRI Paling Banyak Pelamar, Ada 80 Berkas Lamaran Lulusan SMA/SMK dan S1
Mohammad Fahri Turmudzi mengaku baru mengetahui informasi mengenai pelaksanaan Job Fair 2026 di Tarakan pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
"Dari WA dapat informasinya tadi malam nih," kata Fahri saat ditemui di lokasi.
Fahri saat itu masih mengantre untuk mendapatkan Kartu Kuning. Karena mendadak terima informasi, ia tak sempat mengurus Kartu Kuning di Kantor Disnaker dan Perindustrian Kota Tarakan.
Awalnya, Fahri berencana hanya mengajukan lamaran ke satu perusahaan. Namun setelah melihat daftar perusahaan peserta Job Fair, ia mulai mempertimbangkan beberapa pilihan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Ia mengaku sempat melirik peluang di PT Phonix maupun PT FIF Group. Namun setelah melihat persyaratan yang dipasang masing-masing perusahaan, pilihannya kembali berubah.
Fahri kemudian berencana melamar ke PT Matahari Putra Prima (Hypermart) atau perusahaan lain yang membuka kesempatan bagi lulusan SMK.
"Mungkin ke PT Matahari Putra Prima, Hypermart, sama nanti lihat peluang PT lain," katanya kata Fahri, yang didampingi sang kakak turut menemaninya sejak pagi.
Fahri menyadari tidak semua lowongan bisa ia daftar karena beberapa perusahaan mensyaratkan pendidikan minimal diploma maupun sarjana.
Ia sendiri adalah lulusan jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 2 Tarakan. Dan karena baru lulus, ia mengaku belum memiliki pengalaman kerja di perusahaan.
Pengalaman yang dimiliki sejauh ini hanya berasal dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) saat masih bersekolah.
"Kalau SMK mungkin pengalaman kerja cuma di PKL aja," ucapnya.
Baca juga: Job Fair Tarakan Digelar 30 Juli 2026, Hypermart Buka 42 Lowongan Kerja untuk Tenaga Kerja Lokal
Meski demikian, ia tetap optimistis masih memiliki kesempatan untuk memperoleh pekerjaan melalui bursa kerja yang digelar Pemerintah Kota Tarakan tersebut.
Fahri mengakui mencari pekerjaan setelah lulus sekolah bukan perkara mudah. Menurutnya, banyak perusahaan menetapkan persyaratan pendidikan yang cukup tinggi sehingga kesempatan bagi lulusan SMK menjadi lebih terbatas.
"Kalau untuk masalah mencari loker atau pekerjaan tuh mungkin cukup susah, Mas. Karena rata-rata juga ada persyaratannya mungkin ada S1, D3 gitu. Saya enggak punya juga," katanya.
Sebelum mengikuti Job Fair 2026, Fahri mengaku telah beberapa kali mengirimkan lamaran secara online melalui berbagai platform pencarian kerja.
Namun hingga kini ia belum mendapatkan kesempatan bekerja.
Sebelumnya kemarin-kemarin saya sudah daftar juga, tapi online ya. Mungkin dari JobStreet atau Glints ID. Untuk sekarang baru saya daftar langsung," ujarnya.
Selain mencari pekerjaan, Fahri ternyata sempat memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI.
Ia bahkan telah dua kali mengikuti proses seleksi, masing-masing di TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Namun usahanya belum membuahkan hasil.
Ketika ditanya hasil seleksi tersebut, Fahri menjawab singkat.
"Iya, gagal. Gagal di psikotesnya," ungkapnya.
Kegagalan tersebut membuatnya untuk sementara mengalihkan fokus mencari pekerjaan. Sementara rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih harus dipertimbangkan bersama keluarga.
"Mungkin masih dipikir-pikirkan juga, Bu, karena masalah ekonomi juga," katanya.
\Meski demikian, ia belum menutup peluang untuk kembali mencoba mendaftar menjadi prajurit TNI apabila kesempatan kembali dibuka.
"Masih, kalau ada rencana sama ada niat juga ya," ujarnya.
Saat ini, prioritas utamanya adalah memperoleh pekerjaan agar dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus menambah pengalaman kerja.
Ia pun telah menyiapkan sebagian besar dokumen persyaratan untuk mengikuti proses rekrutmen.
Fahri berharap Job Fair Tarakan 2026 dapat menjadi pintu masuk bagi dirinya maupun pencari kerja lainnya untuk memperoleh kesempatan bekerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
Baginya, kegiatan tersebut menjadi angin segar di tengah ketatnya persaingan mencari pekerjaan, khususnya bagi lulusan sekolah menengah kejuruan yang baru memasuki dunia kerja.
"Pokoknya yang ada lulusan SMK-nya yang dibuka saya daftar," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah