TRIBUNKALTENG.COM - Peta kepemimpinan di tubuh Korps Adhyaksa Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dipastikan berubah. Keputusan mengejutkan datang dari Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menerbitkan instruksi mutasi dan rotasi besar-besaran untuk 176 pejabat struktural di lingkungan Kejaksaan Agung.
Dari ratusan nama tersebut, sebanyak 90 posisi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Indonesia resmi berganti nahkoda, termasuk beberapa Kejari di wilayah Kalteng dan Kalsel. Langkah ini diharapkan mampu membawa angin segar dan mempercepat penanganan berbagai kasus hukum di Bumi Tambun Bunga.
Baca juga: Aksi di Kejati Kalteng, Aspirasi Massa Soal Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus Diteruskan ke Kejagung
Ya, Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap 176 pejabat struktural di lingkungan Kejagung yang dimana 90 diantaranya merupakan posisi Kepala Kejaksaan Negeri di berbagai wilayah Indonesia.
Adapun rotasi dan mutasi itu tertuang dalam surat keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-10122/C/07/2026 tanggal 29 Juli 2026 dan ditandatangani Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Hendro Dewanto mewakili Jaksa Agung.
Surat keputusan Jaksa Agung itu pun telah dibenarkan oleh Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna.
Anang mengatakan bahwa mutasi dan rotasi itu merupakan hal yang wajar di lingkungan Korps Adhyaksa sebagai bentuk penyegaran organisasi.
"Iya benar ini proses mutasi bagian promosi dan penyegaran organisasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat," kata Anang saat dikonfirmasi, Kamis (30/8/2026).
Adapun posisi Kajari yang mengalami pergantian itu berada di berbagai wilayah seperti Jakarta Barat, Bogor, Karangasem, Purwakarta, hingga Jayawijaya.
Yudhi Kurniawan sebagai Kajari Purwakarta.
Hary Palar sebagai Kajari Paser.
Agus Wirawan Eko Saputro sebagai Kajari Kota Bogor.
Agustinus Baka Tangdililing sebagai Kajari Kota Magelang.
Shinta Ayu Dewi sebagai Kajari Gunung Kidul.
Kusufi Esti Ridliani sebagai Kajari Karangasem.
I Wayan Sumertayasa sebagai Kajari Badung.
Sunandar Pramono sebagai Kajari Tanggamus
Ahmad Latupono sebagai Kajari Jayawijaya
Romy Arizyanto sebagai Kajari Jambi
Akwan Anas sebagai Kajari Samosir
Ariyanto Novindra sebagai Kajari Sumba Timur
Muib sebagai Kajari Bantul
Andre sebagai Kajari Kuantan Singingi
Denny Iswanto sebagai Kajari Seruyan (Kalteng)
Winro Tumpal Halomoan Haro Munthe sebagai Kajari Kabupaten Bogor
Neneng Rahmadini sebagai Kajari Cimahi
Ricky Parlin Jahyamanda sebagai Kajari Metro
Suseno sebagai Kajari Pasuruan
Sundoro Adi sebagai Kajari Tanjung Pinang
Naungan Harahap sebagai Kajari Tapanuli Utara
Nurdin sebagai Kajari Morowali
Arief Indra Kusuma Adhi sebagai Kajari Jakarta Barat
Heberth Pesta Hutapea sebagai Kajari Tarakan
Didik Haryanto sebagai Kajari Maluku Tengah
Aditya Rakatama sebagai Kajari Tangerang Selatan
Jainah sebagai Kajari Hulu Sungai Tengah (Kalsel)
Ivan Hebron Siahaan sebagai Kajari Kaur
Heru Kamarullah sebagai Kajari Ciamis
Andi Rio Rahmat Rahmatu sebagai Kajari Bima
Suci Wijayanti sebagai Kajari Cianjur
Ibnu Firman Ide Amin sebagai Kajari Lampung Selatan
Ali Toatubun sebagai Kajari Toli-Toli
Salomina Meyke Saliama sebagai Kajari Kendal
Muhammad Ruslan sebagai Kajari Jembrana
Asep Sunarsa sebagai Kajari Landak
Rajendra Dharmalingga Wiritanaya sebagai Kajari Pidie
Erianto sebagai Kajari Kota Banjar
Aji Kalbu Pribadi sebagai Kajari Kutai Kartanegara
Muchsin sebagai Kajari Banjarmasin (Kalsel)
Andri Kurniawan sebagai Kajari Yogyakarta
Regie Komara NA sebagai Kajari Majalengka
Andi Herman sebagai Kajari Buol
Anggara Suryanagara sebagai Kajari Tanjung Perak
Denny Wicaksono sebagai Kajari Tabalong (Kalsel)
Andhy Hermawan Bolifaar sebagai Kajari Karimun
Ratih Andrawina Suminar sebagai Kajari Batang
Rizky Fachrurrozi sebagai Kajari Indragiri Hulu
David Razi sebagai Kajari Tojo Una-Una
Andi Reny Rummana sebagai Kajari Grobogan
Ikram Mhd Saleh sebagai Kajari Donggala
Dinar Kripsiaji sebagai Kajari Sleman
Putri Ayu Wulandari sebagai Kajari Kulon Progo
Bayu Novrian Dinata sebagai Kajari Lombok Tengah
Diana Wahyu Widiyanti sebagai Kajari Kota Bekasi
Muhammad Yuris Rawando sebagai Kajari Nabire
Adung Sutranggono sebagai Kajari Kota Malang
Johannes Harysuandy Siregar sebagai Kajari Indragiri Hilir
Arif Mirra Kanahau sebagai Kajari Belu
Andi Helmi Adam ebagai Kajari Bulungan
Mohtar Arifin sebagai Kajari Bombana
Agus Chandra sebagai Kajari Kabupaten Cirebon
Taruli Phalti Patuan sebagai Kajari Purbalingga
Agung Pamungkas sebagai Kajari Kotabaru (Kalsel)
Mahfuddin Cakra Saputra sebagai Kajari Sumbawa Barat
Mohamad Rohmadi sebagai Kajari Bojonegoro
Lapatawe sebagai Kajari Palu
Rio Aditya Arifiansyah sebagai Kajari Wajo
Agita Tri Moertjahjanto sebagai Kajari Sibolga
Agus Rujito sebagai Kajari Kota Semarang
Abdurrachman sebagai Kajari Karanganyar
Alfian Bombing sebagai Kajari Tebo
Yosef Umbu Hina Marawali sebagai Kajari Timor Tengah Selatan
Ade Indrawan sebagai Kajari Bengkalis
Edwin Ignatius Beslar sebagai Kajari Kotawaringin Timur (Kalteng)
Andi Fitriana sebagai Kajari Kepulauan Talaud
Marlambson Carel Williams sebagai Kajari Pekanbaru
Nanang Dwi Priharyadi sebagai Kajari Batubara
Adief Swandaru sebagai Kajari Pulang Pisau (Kalteng)
Mohammad Nasir sebagai Kajari Palembang
Aka Kurniawan sebagai Kajari Kabupaten Tasikmalaya
Kiki Yonata sebagai Kajari Musi Banyuasin
Bohal Parlambohan Lubis sebagai Kajari Rejang Lebong
Hadiman sebagai Kajari Pati
Ardian sebagai Kajari Kota Tegal
Ujang Sutisna sebagai Kajari Tuban
Todo Batara Silalahi sebagai Kajari Konawe Selatan
Rahmad Isnaini sebagai Kajari Serdang Bedagai
Abdul Halim sebagai Kajari Barito Timur (Kalteng)
Nur Wahyu Bintari sebagai Kajari Lebong
(tribunkalteng.com)