Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar sosialisasi bahaya psikotropika dan HIV/AIDS bagi anak dan remaja dalam kegiatan fasilitasi pengelolaan bina mental spiritual.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (30/7/2026).
Hadir dalam kegiatan itu Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Fransiskus Bokeyau, Kepala Bagian Kesra Mimika beserta jajaran, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika Ruslan Awumbas beserta jajaran, Narasumber dari Dinas Kesehatan Mimika Yoan Tauran, serta ratusan anak dan remaja dari gereja, masjid, pura, dan vihara.
Baca juga: Sembunyikan Motor Curian di Dok IV, Pemuda 19 Tahun Dibekuk Polsek Abepura
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai bahaya psikotropika dan HIV/AIDS.
Selain itu, sosialisasi juga memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis psikotropika, pencegahan penularan HIV/AIDS, upaya menekan angka kasus baru, membangun kesadaran untuk menjauhi narkoba, menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV), hingga memberikan informasi tentang rehabilitasi.
Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 350 anak dan remaja yang berasal dari berbagai denominasi gereja, masjid, pura, dan vihara di Kabupaten Mimika.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, mengapresiasi Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, dan BNN Mimika yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Baca juga: Antisipasi Aksi Demo KNPB, Polres Jayapura Siagakan 500 Personel Gabungan TNI-Polri
Menurutnya, anak dan remaja merupakan aset berharga sekaligus generasi penerus pembangunan yang perlu dilindungi.
"Karena itu lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan kalian," katanya.
Ia mengatakan perilaku hidup berisiko menjadi salah satu faktor yang meningkatkan penyebaran HIV/AIDS sehingga perlu dicegah melalui edukasi sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, menyambut baik kegiatan yang melibatkan ratusan anak muda lintas agama tersebut.
Baca juga: Sambil Kawal Program Presiden, Mendagri Tito Bakal Diving di Bawah Laut Biak
"Melalui kegiatan seperti ini kita tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan generasi muda," ucapnya.
Fransiskus mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, berdiskusi, dan memperoleh informasi yang benar dari para narasumber.
"Saya berharap materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman yang bisa diterapkan oleh anak-anak muda sehingga menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sinergi dalam membina generasi muda juga harus terus diperkuat," pungkasnya.(*)