Sidak SPBU di Bone, Polisi Minta Pengisian Truk Dibatasi dan Data Kendaraan Diverifikasi
Ansar July 30, 2026 07:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), agen LPG, dan pangkalan LPG di Kabupaten Bone, Kamis (30/7/2026).

Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat. 

Pemeriksaan juga bertujuan memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengatakan sidak dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Bone.

"Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, sekaligus mencari solusi terhadap antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU," ujar Alvin.

Tim sidak dibagi menjadi tiga kelompok.

 Tim pertama menyasar SPBU Palakka, SPBU Cellu, Agen LPG Cellu, dan SPBN Lonrae Bajoe.

Tim kedua melakukan pemeriksaan di SPBU Biru, SPBU Tanete Harapan Cina, dan SPBU Karella Mare.

Sementara tim ketiga mendatangi SPBU Agus Salim, Agen LPG PT Mitra Utama Anugrah, SPBU Karella Lapawawoi, serta SPBU Pallawarukka Taccipi.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bone, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Perindustrian, Plt Kepala Dinas Perikanan, Kepala Bagian Perekonomian, serta unsur terkait lainnya.

Dari hasil sidak, Pemerintah Kabupaten Bone akan mengajukan permintaan penambahan stok BBM kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Pemkab Bone bersama Polres Bone akan menggelar rapat evaluasi terkait antrean truk yang kerap menumpuk di sejumlah SPBU.

Pemerintah daerah juga meminta pengelola SPBU membatasi jumlah pengisian BBM untuk setiap truk agar distribusi lebih merata dan antrean dapat dikurangi.

AKP Alvin Aji Kurniawan mengatakan pihaknya juga mengimbau seluruh pengelola SPBU agar melakukan verifikasi terhadap kendaraan yang melakukan pengisian BBM.

"Kami meminta pihak SPBU melakukan verifikasi terhadap kendaraan yang masuk untuk mengisi BBM serta menertibkan antrean agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih tertib," katanya.

Ia menegaskan Polres Bone akan terus melakukan pengawasan bersama instansi terkait guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Sidak berakhir sekitar pukul 14.30 Wita. 

Hasil kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama antara Polres Bone dan Pemerintah Kabupaten Bone dalam menyusun langkah lanjutan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG di Kabupaten Bone.

Salah seorang sopir truk yang ditemui di salah satu SPBU di Kota Watampone, Midin mengaku berharap hasil sidak tersebut dapat mengurangi antrean yang selama ini memakan waktu berjam-jam.

"Kalau antreannya bisa lebih tertib tentu kami juga lebih cepat bekerja. Mudah-mudahan setelah ada sidak ini stok BBM juga bertambah sehingga tidak lagi mengular," ujarnya.

Dirinya mengaku berharap pemerintah dan aparat kepolisian terus melakukan pengawasan agar distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan bakar.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.