BREAKING NEWS - Kerusakan PLTU Asamasam di Tanahlaut Terjadi Pada Generator, Perbaikan 24 Jam
Hari Widodo July 30, 2026 06:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Deru mesin masih terdengar dari dalam kompleks PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, Kamis (30/7/2026).

Setelah melewati sejumlah lapis pengamanan, jurnalis Banjarmasin Post bersama awak media akhirnya diperkenankan masuk ke area pembangkit yang selama sepekan terakhir menjadi sorotan publik akibat pemadaman listrik bergilir di Kalsel dan Kalteng.

Di dalam bangunan pembangkit Unit 3, tidak terlihat puluhan pekerja seperti yang mungkin dibayangkan. Hanya kurang dari 10 teknisi yang tanpak mengelilingi generator berukuran raksasa.

Sebagian memeriksa komponen, sebagian lainnya melakukan pengujian pada bagian generator yang menjadi sumber gangguan.

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Kalsel, Kamis 30 Juli 2026, Perumahan Elite di Gambut Turut Mati Lampu

Di sisi generator itulah proses pemulihan berlangsung. Bagian yang mengalami kerusakan tampak telah dibuka, sementara sejumlah peralatan pengujian terpasang di sekelilingnya.

Senior Manager PT PLN (Persero) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam, Fajar Pamujianto mengatakan, kerusakan berada pada dua sisi generator Unit 3 sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap.

“Yang mengalami kerusakan itu ada di dua sisi generator. Inilah yang sedang kami kerjakan dan target penyelesaiannya pada 25 Agustus,” ujarnya sambil menunjukkan titik perbaikan kepada awak media.

Sekilas jumlah personel yang bekerja memang terlihat sedikit. Namun, menurut Fajar, kondisi itu bukan karena kekurangan tenaga kerja.

Perbaikan generator justru membutuhkan presisi tinggi sehingga tidak bisa dikerjakan banyak orang dalam waktu bersamaan.

“Pekerjaan berlangsung 24 jam dengan tiga shift. Tetapi di area generator memang tidak membutuhkan banyak orang. Yang dibutuhkan adalah ketelitian dan kehati-hatian agar saat unit kembali beroperasi tidak muncul gangguan yang sama,” katanya.

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Kalsel, Kamis 30 Juli 2026, Banjarbaru-Martapura Mati Lampu Jam 12 Siang

Ia menjelaskan, setiap tahapan perbaikan harus disertai serangkaian pengujian sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Proses itu membuat durasi perbaikan memakan waktu hingga sekitar satu bulan.

“Setiap selesai satu tahap dilakukan pengujian, kemudian dievaluasi lagi. Setelah hasilnya memenuhi standar, baru dilanjutkan ke tahap berikutnya. Itu yang membuat pekerjaan tidak bisa dipercepat begitu saja,” jelasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.