Kematian Satpam Sumarna Penuh Kejanggalan, Pengamat Curiga: Semoga Keliru
Noval Andriansyah July 30, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Purwakarta - Kematian tragis Sumarna (40), seorang petugas keamanan (satpam) yang ditemukan tewas mengambang dengan kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, menyisa misteri dan kejanggalan besar.

Baca juga: Terbongkar Rahasia Satpam Sumarna, Ternyata Punya Masalah sebelum Dibunuh

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri, menilai ada indikasi kejahatan terencana dengan eksekusi terstruktur di balik tewasnya korban.

Meski demikian, Reza berharap dugaan dan analisisnya mengenai indikasi tindak pidana terencana tersebut keliru.

"Tampaknya pelaku atau para pelaku ini cukup cerdas tentang bagaimana cara yang bisa mereka lakukan untuk meminimalkan tertinggalnya bukti pada tubuh korban."

"Ya itu.. mudah-mudahan ini tidak menjadi sebuah pembelajaran yang keliru, adalah dengan mencoba menenggelamkan tubuh korban sedemikian rupa, mencelupkan tubuh korban ke dalam air," ujar Reza Indragiri, Rabu (29/7/2026), dilansir TribunnewsBogor.com.

Reza menafsirkan perlakuan terhadap jasad korban yang diceburkan ke dalam air sebagai manifestasi dari kecerdasan dan kematangan pelaku dalam merancang aksi kriminal.

Langkah tersebut disinyalir sebagai taktik sistematis untuk menghapus jejak DNA maupun bukti fisik lain guna meloloskan diri dari jerat hukum.

"Jadi seandainya diharuskan untuk berspekulasi apakah ini merupakan sebuah kejahatan sifatnya spontan ataukah didahului perencanaan, maka saya cenderung untuk mengatakan ini memang merupakan sebuah kegiatan yang terencana," tegas Reza.

Polisi Periksa 15 Saksi dan Dalami Hipotesis

Temuan jasad Sumarna pada Jumat (24/7/2026) lalu dalam kondisi tangan terborgol langsung direspon cepat oleh jajaran Polres Purwakarta.

Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa setidaknya 15 orang saksi untuk mengurai misteri kematian satpam tersebut.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membeberkan bahwa pihak kepolisian telah menyusun beberapa hipotesis dan masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan.

"Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut," terang AKP I Made Purwantara.

Meski telah menginterogasi belasan saksi, kepolisian belum merilis identitas maupun keterkaitan para saksi dengan korban.

Pihak penyidik masih menantikan hasil autopsi resmi guna memastikan penyebab pasti kematian Sumarna serta memperjelas arah penyelidikan kasus tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.