Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemkot Bandar Lampung membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha swasta dalam rangka menghidupkan kembali transportasi publik di Kota Tapis Berseri.
Baca juga: Uji Coba Bus Dimulai, Pemkot Bandar Lampung Dorong Kebangkitan Transportasi Publik
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu mengatakan, peluang kerja sama itu untuk ikut menyediakan armada transportasi umum.
Saat ini, kata Socrat, pemerintah telah membuka layanan perintis bus dengan rute Institut Sumatera (Itera) menuju Jalan Ahmad Yani. Rute itu dilayani dengan tiga unit armada, sebagai langkah awal pemerintah dalam menguji kebutuhan dan minat masyarakat terhadap layanan bus perkotaan.
"Dishub Bandar Lampung akan melakukan evaluasi terhadap pengoperasian rute tersebut, termasuk menyesuaikan layanan dengan perkembangan kawasan dan kebutuhan penumpang," kata Sorat, Rabu (29/7/2026).
Jumlah armada, menurut dia, berpotensi ditambah apabila kebutuhan masyarakat meningkat. Di sisi lain, Dishub masih mempertahankan trayek angkutan umum yang sudah berjalan. Namun, seluruh rute akan dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi lapangan.
"Kalau nanti ada rute yang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan atau kebutuhan masyarakat, tentu akan kami evaluasi dan disesuaikan," ujar Socrat.
Terkait tarif, Socrat memastikan besaran biaya perjalanan akan mengikuti kebijakan yang berlaku. Saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan layanan transportasi publik dapat berjalan dan kembali menjadi pilihan masyarakat.
Pemkot Bandar Lampung berharap pengembangan layanan bus dan rencana dukungan program BTS dapat memperkuat sistem transportasi perkotaan, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, serta meningkatkan kualitas mobilitas warga di ibu kota Provinsi Lampung.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandar Lampung menghadirkan layanan transportasi massal yang lebih nyaman, terjangkau, dan mampu menjangkau kebutuhan perjalanan masyarakat.
Socrat menuturkan bahwa pengembangan transportasi publik dilakukan atas arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait peluang mendapatkan program Buy The Service (BTS).
Dikatakan Socrat, Wali Kota Bandar Lampung telah menemui pihak Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada tahun lalu untuk mengusulkan agar Bandar Lampung menjadi salah satu daerah penerima program BTS.
"Harapannya, melalui program BTS dari pemerintah pusat, operasional transportasi publik di Bandar Lampung bisa mendapat dukungan sehingga pelaksanaannya dapat mulai terealisasi pada tahun 2027," ujar Socrat.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)