SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan kawasan POM IX harus benar-benar menjadi percontohan kawasan tertib lalu lintas.
Ia meminta seluruh pihak konsisten menerapkan aturan agar kawasan tersebut tidak hanya berstatus simbolis sebagai kawasan tertib lalu lintas.
Hal itu disampaikan Ratu Dewa saat memberikan arahan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
"Saya ingin clear and clean, kalau kawasan tertib berlalu lintas tidak boleh parkir kendaraan bermotor, apalagi sampai lapis tiga," tegas Ratu Dewa, Kamis (30/7/2026).
Ia juga menyoroti kemacetan yang kerap terjadi di kawasan POM IX, terutama di sekitar sekolah.
Menurutnya, perlu ada koordinasi dengan pihak sekolah agar aktivitas antar-jemput siswa tidak menyebabkan penumpukan kendaraan.
Selain itu, Ratu Dewa meminta marka jalan tetap dijaga fungsinya. Ia menilai keberadaan pedagang yang menggunakan badan jalan pada sore hari turut mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Kalau sudah ditetapkan sebagai kawasan percontohan tertib lalu lintas, tidak boleh ada pedagang yang menggunakan badan jalan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa juga menegaskan camat dan lurah merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh persoalan yang dihadapi warga dapat segera dipetakan dan disampaikan secara berjenjang agar cepat ditindaklanjuti.
"Camat dan lurah harus memetakan persoalan harian masyarakat, apakah jalan rusak, PJU, stunting dan sebagainya. Nanti disampaikan kepada asisten, lalu diteruskan ke Sekda sehingga bisa direspons dengan cepat," katanya.
Selain persoalan pelayanan publik, Ratu Dewa meminta jajarannya menindak bangunan yang melanggar sempadan jalan maupun sempadan sungai. Ia juga menginstruksikan camat dan lurah memberikan edukasi kepada pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di atas trotoar.
Menurutnya, langkah persuasif harus lebih diutamakan agar pelanggaran tidak terus berulang dan tidak sampai menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ratu Dewa juga mendorong seluruh aparatur pemerintah melakukan inovasi dalam mendukung program pembangunan daerah. Ia mengingatkan para pemimpin di setiap tingkatan untuk turun langsung ke lapangan dan tidak menunda pekerjaan.
"Kalau bisa dikerjakan hari ini, jangan ditunda sampai besok, sehingga apa yang kita kerjakan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Di akhir arahannya, Ratu Dewa mengingatkan seluruh aparatur sipil negara agar tidak mempersulit pelayanan kepada masyarakat serta berani menolak setiap tindakan yang bertentangan dengan aturan.
"Yakinlah, kalau kita mempersulit urusan orang lain, suatu saat kita juga akan mengalami kesulitan. Kerjakan tugas sesuai aturan dan berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang melanggar regulasi," pungkasnya.