Kaesang Pangarep Umumkan Maju di Pemilu 2029, Begini Tanggapan PDIP hingga Golkar
Muhammad Ridho July 30, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kaesang Pangarep mengumumkan akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI pada Pemilu 2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) V.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menegaskan akan bertanggung jawab langsung menggarap perolehan suara di wilayah Kota Solo.

Langkah Kaesang untuk maju Caleg pada Pemilu 2029 mendatang didukung oleh tiga faktor utama, yakni pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ceruk pemilih anak muda atau Generasi Z (Gen Z), serta kepemilikan saham mayoritas di klub sepak bola Persis Solo.

Diketahui, Dapil Jateng V meliputi wilayah Solo Raya yakni Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Surakarta.

Dapil Jateng V merupakan daerah pemilihan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Selama ini, Dapil Jateng V juga dikenal sebagai "Kandang Banteng".

Kaesang Pangarep mengatakan akan bertanggung jawab menggarap wilayah Kota Solo sebagai bagian dari strategi pemenangan PSI di Dapil Jawa Tengah V.

Kaesang lantas mengajak seluruh kader PSI menjaga soliditas menjelang Pemilu 2029.

"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," ujar Kaesang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Sabtu (25/7/2026).

Langkah Kaesang Dinilai Sudah Tepat

Pengamat Politik dari Universitas Surakarta, Budiman Widodo, menilai Kaesang Pangarep yang berencana maju Pileg di Dapil Jateng V merupakan keputusan yang tepat.

Bahkan, menurutnya, Kaesang juga memiliki perhitungan yang tepat dengan memilih Dapil Jateng V.

Adapun Solo diketahui merupakan tempat kelahiran dan tempat Kaesang dibesarkan.

"Jadi kalau Mas Kaesang maju ke Dapil V, sudah langkah yang tepat, artinya sudah penuh perhitungan, kalkulasinya sudah matang," ujarnya dalam program Overview yang tayang di YouTube Tribunnews pada Rabu (29/7/2026).

Kemudian, keputusan Kaesang dianggap sebagai strategi efektif untuk meningkatkan elektabilitas PSI.

Setelah menguat di Solo, langkah Kaesang bisa berdampak kepada PSI secara nasional.

"Ini saya kira secara logika bisa berdampak langsung, kalau ini dibangun tadi saya katakan entry pintu masuknya itu dari Solo dengan ketua umumnya," katanya.

Meski demikian, Budiman menyinggung soal partai politik lain yang tidak tinggal diam setelah ada pengumuman dari Kaesang.

Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) nantinya, pendukung partai politik menjadi bagian yang terpenting.

"Dengan statement seperti ini sudah pasti meskipun tidak action langsung, belum kelihatan, tetapi sudah mempersiapkan strateginya juga."

"Bahkan nanti kalau kita karena sistemnya masih proporsional terbuka mungkin strateginya juga, istilahnya bagaimana memperkuat basis mereka," ujarnya.

"Kalau kita melihat Pileg itu sebetulnya kan masa partai yang militan, loyalis lah gitu. Meskipun kita juga tahu ada yang nyebrang, tetapi kalau nanti kita sudah bicara ke Pileg itu kita melihatnya masa itu sudah menjadi bagian dari yang paling vital dan itu biasanya loyal militansinya tinggi," papar Budiman.

Pengamat itu menyebutkan PDI Perjuangan (PDIP) sebagai contoh partai politik yang loyalisnya sudah tidak diragukan.

Dengan demikian, persaingan di Dapil Jateng V akan menjadi tantangan bagi Kaesang jika maju pada Pemilu 2029.

"Kalau PDIP sudah tidak kita ragukan lagi kalau masalah militansi dan loyalis dalam arti yang istilahnya sampai sekarang oke," katanya.

"Ini akan menjadi tantangan dan istilahnya kemungkinan besar untuk mencapai target, baik Kaesang secara individu sebagai caleg maupun PSI untuk bisa masuk ke partai parlemen."

"Di samping itu juga, performa daripada pemerintahan sekarang, juga performa dari sepak terjang nanti bagaimana Pak Jokowi ini melakukan pilihan-pilihan yang strategi dan bisa membantu mendongkrak PSI," papar Budiman.

Tanggapan PDIP

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, merespons rencana Kaesang Pangarep yang mengumumkan akan maju Pemilu 2029 di Dapil Jateng V.

Menanggapi rencana Kaesang, Hasto memilih bersikap santai.

Hasto menegaskan bagi PDIP langkah-langkah politik seorang kader harus didasari oleh ideologi, bukan sekadar urusan pencalonan semata.

"Ya, bagi PDI Perjuangan, politisi itu dipimpin oleh ideologi, oleh gagasan-gagasan besar," kata Hasto di Kantor Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Hasto, keputusan seseorang untuk maju sebagai calon anggota legislatif adalah hal yang praktis dan merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi jelang pemilihan umum.

"Sehingga hal-hal yang sifatnya praktis-praktis, menjadi calon anggota legislatif, itu kan proses yang normal," jelasnya.

Namun, Hasto enggan berkomentar lebih jauh mengenai strategi atau persaingan elektoral di Dapil Jateng V terkait majunya Kaesang.

Hasto justru menyerahkan tanggapan terkait urusan praktis pencalegan Kaesang kepada kader-kader muda PDIP.

"Itu nanti biar Saudara Guntur Romli atau (Syaeful) Mujab, ya," imbuh Hasto.

Golkar Sebut Biasa Saja

Tanggapan senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji.

Ia menyebut rencana Kaesang merupakan hal yang biasa.

Menurut Sarmuji, masuknya putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke kontestasi legislatif tidak mengubah tingkat persaingan politik.

"Biasa saja, persaingan akan tetap ketat dengan atau tanpa masuknya orang baru dalam gelanggang," kata Sarmuji kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Sarmuji mengatakan Golkar tidak memusatkan perhatian hanya pada satu daerah pemilihan.

Partainya, kata dia, telah menyiapkan strategi menghadapi persaingan politik secara nasional.

"Persaingan ketat bukan hanya di Jawa Tengah, tetapi secara nasional kami bersiap menghadapi iklim kontestasi yang lebih menantang," terang dia.

Adapun Dapil Jateng V kerap dijuluki sebagai "dapil neraka" karena persaingannya yang sangat ketat. 

Pada Pemilu 2024 lalu, PDIP memperoleh 3 kursi DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V.

Mereka adalah Puan Maharani yang meraih 297.366 suara (suara terbanyak ketiga nasional, Aria Bima, dan Didik Haryadi.

Dapil ini memperebutkan 8 kursi DPR RI secara keseluruhan.

Sisa 5 kursi direbut oleh Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PKB. 

PSI berada di peringkat kelima dengan perolehan sebanyak 134.249 suara di Dapil ini, namun tidak ada wakilnya yang lolos ke DPR karena partai itu tidak lolos ambang batas parlemen.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.