BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Muhammad Naufal Razqa Prayuda atas prestasi yang telah diraih pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Bulutangkis Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras, latihan yang tekun, serta dukungan dari keluarga, sekolah, dan para pelatih.
"Namun kami juga memahami kekecewaan yang dirasakan oleh ananda Naufal beserta orang tua atas keputusan yang diambil oleh Panitia O2SN Tingkat Provinsi. Namun demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menghormati setiap proses verifikasi dan keputusan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara, sepanjang dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku," urai Liana Penny, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, lanjut Liana Penny, pada saat pelaksanaan pertandingan panitia belum mengetahui bahwa yang bersangkutan pernah meraih prestasi pada kejuaraan tingkat nasional yang termasuk dalam kategori yang tidak diperkenankan menjadi peserta O2SN sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis O2SN.
Baca juga: Juara O2SN Kalsel Didiskualifikasi Setelah Naik Podium, Orangtua Pertanyakan Verifikasi Panitia
Namun, setelah dilakukan proses verifikasi, panitia menetapkan peserta yang bersangkutan didiskualifikasi sehingga perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan untuk tingkat nasional ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu peserta dengan peringkat berikutnya.
"Kami tetap memberikan semangat kepada Ananda Muhammad Naufal Razqa Prayuda untuk terus berlatih, mengembangkan prestasi, dan tidak berhenti berkarya di bidang olahraga bulutangkis. Kami yakin pengalaman ini akan menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang," tandas Liana Penny.
Adapun Sekda Banjar Yudi Andrea, mengatakancPemerintah Kabupaten Banjar mengapresiasi kepada seluruh atlet pelajar yang telah berjuang dalam ajang O2SN dan membawa nama baik daerah.
Terkait adanya atlet yang didiskualifikasi pada tahap menuju tingkat nasional, ia menghormati keputusan panitia penyelenggara yang didasarkan pada ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Baca juga: Jelang O2SN Nasional, Dua Atlet Lompat Jauh Banjarbaru Genjot Akurasi Tumpuan dan Pendaratan
Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua untuk memperkuat proses pembinaan, pendampingan, serta verifikasi administrasi atlet ke depan.
Pemerintah Kabupaten Banjar tetap berkomitmen mendukung pengembangan potensi atlet pelajar agar dapat terus berprestasi dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)