Darwanti: Saya Kira Suami Bakar Sampah, Ternyata 8 Rumah Asrama Polda Jambi Terbakar
asto s July 30, 2026 10:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Darwati tidak menyangka kepulan asap yang muncul dari arah kompleks asrama Polda Jambi menjadi pertanda musibah besar. 

Perempuan yang tinggal tepat di belakang kawasan asrama itu menjadi orang pertama yang menyadari kebakaran yang akhirnya menghanguskan delapan unit rumah di lingkungan Mapolda Jambi, Kamis (30/7/2026) siang.

Saat itu, Darwati sedang berbincang dengan tetangganya di depan rumah. 

Ketika berjalan ke bagian belakang rumah, dia melihat kepulan asap hitam membubung dari arah asrama polisi.

Awalnya, dia mengira asap tersebut berasal dari aktivitas pembakaran sampah.

"Saya kira suami saya lagi bakar sampah. Pas saya lihat lagi ke belakang, ternyata asapnya dari arah asrama polisi," ujar Darwati kepada Tribun Jambi.

Beberapa saat kemudian, kepulan asap berubah menjadi kobaran api yang membesar dari bagian tengah kompleks asrama.

"Enggak tahunya dari tengah-tengah asrama itu apinya sudah besar. Langsung saya menjerit," katanya.

Menurut Darwati, saat itu belum ada warga lain yang mengetahui kebakaran tersebut. 

Teriakannya menjadi alarm pertama yang memicu kepanikan warga sekitar.

"Tadinya enggak ada yang teriak. Saya yang pertama sadar karena saya ke belakang. Kalau saya enggak lihat ke belakang, mungkin enggak tahu," ucapnya.

Rumah Darwati berada persis di belakang kompleks asrama sehingga bagian dapurnya ikut terdampak jilatan api.

"Alhamdulillah cuma dapur saja yang kena. Barang-barang berharga sudah sempat kami keluarkan ke rumah tetangga," katanya.

Darwati mengaku selama lebih dari 15 tahun tinggal di kawasan itu, baru kali ini menyaksikan kebakaran sebesar tersebut.

"Belum pernah. Baru sekali ini kejadiannya," ujarnya.

Asap Hitam Pekat Selimuti Lokasi

Pantauan Tribun Jambi di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, kobaran api masih terlihat di sejumlah rumah, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi.

Puluhan personel pemadam kebakaran bersama anggota kepolisian berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Sejumlah anggota Polri tampak mengevakuasi kasur, lemari, sepeda motor, hingga berbagai perabot rumah tangga milik penghuni asrama.

Suasana di lokasi dipenuhi kepanikan. Beberapa istri anggota Polri terlihat menangis saat menyaksikan rumah mereka dilalap api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran melalui layanan darurat 112 dan operator pemadam kebakaran.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar karena dipicu tiupan angin yang cukup kencang.

"Pada saat kami sampai memang api sangat membesar karena tiupan angin yang sangat kencang. Kami langsung memproteksi bangunan lain agar api tidak menyebar," katanya.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kota Jambi mengerahkan 13 unit armada dan sekitar 60 personel.

Mustari memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Api dapat ditangani," ujarnya.

Dia menjelaskan, asap hitam pekat yang memenuhi lokasi berasal dari material yang terbakar, seperti kasur, plastik, karet, maupun bahan mudah terbakar lainnya.

"Asap hitam pekat biasanya mengindikasikan kebakaran kelas B. Salah satu material yang terbakar di lokasi adalah kasur sehingga menghasilkan asap yang sangat pekat," jelasnya.

Karena kondisi tersebut, seluruh personel yang masuk ke area kebakaran menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) agar tetap dapat bernapas dan melihat kondisi di dalam lokasi.

Polisi Selidiki Penyebab

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber munculnya api.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran," ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak delapan unit rumah di kompleks asrama Polda Jambi terbakar.

"Delapan rumah yang terbakar. Seluruh penghuni selamat karena sebagian besar sedang bertugas saat kejadian," kata Jimmy.

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kebakaran, sementara proses pendataan kerugian material akibat peristiwa tersebut masih berlangsung. (Tribun Jambi/Rifani Halim)

Baca juga: Brigjen Pol Asep Saipudin Buka-bukaan Jaringan Narkotika di Jambi, Peacock hingga Golden Triangle

Baca juga: Kampus Klarifikasi Guru Besar Unja di Konferensi Diduga Abal-abal, Ungkap Nama dan Foto Dicatut

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.