Isi HP Jadi Petunjuk, Terkuak Aktivitas Satpam Sumarna di Malam Sebelum Ditemukan Tewas Terborgol
Naufal Fauzy July 30, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polda Jabar mengungkap hasil penyelidikan soal ponsel Sumarna, satpam yang yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Ponsel korban Sumarna ini mereka jejak aktivitas terakhir korban sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan.

"Kita ketahui dari handphone (korban) ini kami bisa mendeteksi beberapa kejadian dan beberapa mobilisasi korban ini," kata Hendra dikutip dari Youtube Metro TV, Kamis (30/7/2026).

Dia menjelaskan pada tanggal 23 Juli 2026 sore korban menuju lokasi luar pos.

Kemudian pada pukul 17.00 WIB yang bersangkutan ini pulang ke rumah. 

"Pulang ke rumah dan istirahat tidur sampai pukul 19.20. Kemudian pada pukul 20.00 malam bersangkutan berangkat untuk bekerja," kata Hendra.

Kemudian pukul 21.00 malam ada saksi yang mengatakan bahwa pada pukul 21.00 tersebut korban keluar dari pos. 

Sempat pula istrinya dan anaknya datang mengunjungi pos karena jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter.

Pada pukul 23.00 malam, yang bersangkutan belum juga kembali ke pos. 

"Demikian juga ada anggota Linmas yang mengecek pada pukul 23.30 yang bersangkutan juga belum kembali," kata Hendra.

Kemudian diperkirakan korban baru kembali ke pos sekitar pukul 02.00 WIB tanggal 24 Juli 2026 dini hari.

Dari jejak ponsel korban, kata Hendra, jejak ponsel korban hilang atau tidak aktif sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tersebut.

"Nah, kemudian handphone itu tidak aktif lagi sekira pukul 02.00 lebih ya. Nah, di sinilah kita duga bahwa kejadian itu (pembunuhan) kurang lebih sekitar itu sampai pukul 05.00," katanya.

"Mungkin demikian yang bisa kita sampaikan dari fakta-fakta yang kita temukan dari pendalaman dari para penyidik dan juga dari handphone," kata Hendra.

Namun sejauh ini, Polisi masih terus melalukan penyelidikan atas tewasnya korban ini.

Polisi juga belum menyimpulkan apakah ini pembunuhan berencana atau bukan.

"Kita akan dalami lagi kalau untuk pembunuhan bencana atau tidaknya," kata Hendra.

Namun memang terungkap fakta pula bahwa borgol yang mengikat tangan korban saat ditemukan di Waduk Jatiluhur bukan borgol milik korban.

Karena borgol milik korban justru ditemukan masih utuh beserta kuncinya.

"Tapi faktanya seperti itu. Itu borgol bukan miliknya dia (korban), karena borgol yang bersangkutan kunci maupun borgolnya masih ada di saku celananya ya. Kemudian untuk alokasi waktu tadi itu ya kita temukan fakta dari perkembangan penggunaan handphone," kata Hendra.

"Karena yang bersangkutan ini dalam penggunaan handphone hampir sama sekali tidak menggunakan kuota yang bersangkutan, tetapi menggunakan wifi yang ada di sekitar lokasi di mana dia bekerja," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.