Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tim dosen Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang membekali ibu rumah tangga di Dusun 3, Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah serta mengendalikan Diabetes Melitus (DM) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan yang digelar pada Selasa (30/6/2026) itu dipimpin Dra. Elisma, Apt., M.Si bersama Maria I.M. Indrawati, S.Pd., M.Sc, Apt. Ivonne Y. Laning, S.Farm., Drs. Martin Sembiring, Apt., M.Si, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang.
Ketua Tim PKM, Dra. Elisma, mengatakan Diabetes Melitus merupakan penyakit yang kerap berkembang tanpa gejala hingga memicu berbagai komplikasi. Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.
Baca juga: Poltekkes Kemenkes Kupang Latih Warga Olah Tanaman Lokal Jadi Minuman Kesehatan
Menurutnya, ibu rumah tangga dipilih sebagai sasaran utama karena berperan dalam menentukan pola makan keluarga, sekaligus menjadi orang terdekat yang dapat mengenali gejala awal Diabetes Melitus pada anggota keluarga.
"Kami berharap angka kasus Diabetes Melitus di Desa Baumata Timur dapat ditekan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dan penerapan pola hidup sehat secara konsisten," ujarnya melalui keterangan yang diterima, Kamis 30 Juli 2026.
Desa Baumata Timur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena mengalami perubahan pola hidup masyarakat. Meski mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, pola konsumsi mulai bergeser mengikuti gaya hidup perkotaan yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Sebelum kegiatan berlangsung, kata dia tim PKM berkoordinasi dengan Kepala Desa Baumata Timur, Corenus Manu, dan kader kesehatan Dusun 3, Yakomina Maria Bahas.
Hasil diskusi menunjukkan cukup banyak warga yang menderita Diabetes Melitus dan hipertensi dalam satu tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan perilaku hidup dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim memberikan pre-test kepada peserta sebelum penyuluhan. Hasilnya, sebanyak 20 dari 28 peserta atau 71,43 persen masih memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang rendah terkait pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus.
Setelah mengikuti penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, serta pelatihan keterampilan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Sebanyak 25 peserta atau 89,29 persen telah memiliki pengetahuan yang baik, sementara hanya tiga peserta atau 10,71 persen yang masih berada pada kategori rendah.
Peningkatan tersebut menunjukkan edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini, pola makan sehat, dan pengendalian Diabetes Melitus di lingkungan keluarga.
Kegiatan berlangsung antusias dengan melibatkan ibu rumah tangga dan para lansia di Dusun 3. Selain penyuluhan, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan, praktik pencegahan Diabetes Melitus, serta pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan penyakit di tingkat masyarakat, tim PKM menyerahkan bingkisan obat, cendera mata bagi peserta, satu unit alat pengukur tekanan darah (tensimeter), serta tanaman kepada masyarakat Dusun 3 dan Warnasari.
Melalui kegiatan, dirinya berharap program pengabdian kepada masyarakat dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat dan menekan angka kejadian Diabetes Melitus di Kabupaten Kupang. (ray)