PT Pelsart Tambang Kencana bersama PGRI Perkuat Kompetensi Guru di Sungai Durian dan Pamukan Barat
Hari Widodo July 30, 2026 11:04 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Sebanyak 70 guru SD dan SMP yang berasal dari wilayah Kecamatan Sungai Durian dan Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi PT Pelsart Tambang Kencana (PTK) bersama PGRI Kecamatan Sungai Durian dan PGRI Kecamatan Pamukan Barat, Rabu (29/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026).

Program ini menjadi kolaborasi pertama antara PGRI Kabupaten Kotabaru dan dunia usaha dalam penyelenggaraan peningkatan kompetensi guru.

Pelatihan berlangsung selama dua hari di SMP Negeri 3 Sungai Durian dan diikuti guru dari SD Negeri Gendang Timburu, SD Negeri Buluh Kuning, SD Negeri Mantam Desa Batuah, SMP Negeri 1 Sungai Durian, dan SMP Negeri 1 Pamukan Barat. 

Materi yang diberikan meliputi pembelajaran inklusif, deep learning, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang disampaikan oleh empat narasumber sesuai bidang keahliannya. 

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Selain mendukung pemenuhan kewajiban pengembangan profesi guru secara berkelanjutan, program ini juga membekali tenaga pendidik dengan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta kemampuan menangani keberagaman kebutuhan belajar peserta didik. 

Bagi PT Pelsart Tambang Kencana, dukungan terhadap program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah operasional perusahaan melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP., didampingi Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah, S.Pd. 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan bagian dari pengembangan profesi guru.

Setiap guru memiliki kewajiban mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia pendidikan.

"Pelatihan seperti ini menjadi kesempatan bagi guru untuk memperbarui kompetensi dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah. Kami mengapresiasi dukungan PT Pelsart Tambang Kencana yang memfasilitasi penuh kegiatan ini," ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan profesi guru di daerah.

Menurutnya, untuk pertama kalinya PGRI Kabupaten Kotabaru menggandeng dunia usaha melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan dalam menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Materi mengenai pembelajaran inklusif dan media pembelajaran interaktif sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini agar mampu menjawab tantangan pembelajaran sekaligus mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Sungai Durian maupun Pamukan Barat sehingga semakin banyak guru memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensinya," katanya.

Salah satu narasumber, Ambar Widiyastuti, menilai tantangan guru saat ini tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga kemampuan memahami karakter serta kebutuhan belajar setiap peserta didik.

"Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru perlu memahami pembelajaran inklusif agar mampu menciptakan ruang belajar yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang. Kompetensi tersebut kini menjadi bagian dari profesionalisme guru," ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan media pembelajaran interaktif dan pendekatan deep learning diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong partisipasi aktif peserta didik di kelas.

Manager CSR PT Pelsart Tambang Kencana, Septamto L. Inkiriwang, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berpengaruh terhadap kesiapan sumber daya manusia daerah menghadapi perubahan dan kebutuhan dunia kerja.

"Transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, mampu berpikir kritis, bekerja sama, serta memanfaatkan teknologi. Kompetensi tersebut tidak dibangun ketika seseorang memasuki dunia kerja, tetapi dimulai sejak berada di ruang kelas. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi muda agar memiliki daya saing dan mampu mengambil peluang di berbagai sektor pembangunan, termasuk industri," katanya.

Menurut Septamto, kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan dunia usaha menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperluas akses peningkatan kompetensi guru, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan terhadap pelatihan berkelanjutan.

Manfaat pelatihan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Tiwi, guru SD Negeri Buluh Kuning, mengatakan materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan metode pembelajaran dan teknologi pendidikan.

"Kami sangat bersyukur mendapatkan materi yang sangat bermanfaat, mulai dari penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) hingga pemanfaatan platform digital seperti Rumah Pendidikan dan Ruang Murid untuk membangun interaksi yang lebih efektif dengan siswa. Kami juga mendapatkan pengetahuan baru terkait pendidikan inklusif untuk memahami dan menangani anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, seperti membaca, menulis, maupun berkomunikasi. Terima kasih kepada PT Pelsart Tambang Kencana dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru,” ujarnya. 

Hal senada disampaikan Reni Febrianti, guru SMP Negeri 1 Pamukan Barat. Menurutnya, pelatihan selama dua hari tersebut memberikan pengalaman belajar yang membuka wawasan baru mengenai strategi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

PT Pelsart Tambang Kencana (PTK) pelatihan guru
PELATIHAN GURU- PT Pelsart Tambang Kencana (PTK) bersama PGRI Kecamatan Sungai Durian dan PGRI Kecamatan Pamukan Barat menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru, Rabu (29/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, pengenalan Interactive Flat Panel (IFP) dan berbagai media pembelajaran digital juga memberikan pengalaman baru yang dapat diterapkan di kelas.

"Suasana belajar menjadi jauh lebih hidup, modern, dan menyenangkan karena fitur-fitur papan interaktif digital ini sangat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif. Kami mengucapkan terima kasih kepada PGRI Korwil 4 Kabupaten Kotabaru dan PT Pelsart Tambang Kencana atas dukungannya kepada guru-guru di Kecamatan Sungai Durian dan Pamukan Barat. Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak guru memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi," katanya.

Bagi guru di Sungai Durian dan Pamukan Barat, pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperbarui pengetahuan, tetapi juga kesempatan berbagi praktik baik, memperluas jejaring profesional, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Model kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di Kabupaten Kotabaru memperoleh akses terhadap pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.