Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah mahasiswa menjalani pelatihan peningkatan meningkatkan kompetensi pendampingan ibu nifas, khususnya pada kasus Diabetes Mellitus Gestasional (DMG). Pelatihan ini fokus pada perawatan luka pasca operasi sectio caesarea (SC).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi DIII Kebidanan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh ini diikuti oleh 44 mahasiswa semester akhir.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Juli ini dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi, simulasi praktik, hingga magang di praktik mandiri bidan dan klinik perawatan luka mitra di Lhokseumawe.
Pelatihan melibatkan pelatih perawatan luka dari Klinik Mitra Lhokseumawe dan pimpinan TPMB Salabiah, SSiT yang memberikan pembelajaran langsung terkait teknik perawatan luka post operasi SC pada ibu dengan risiko komplikasi akibat diabetes gestasional.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, hanya sebagian peserta yang memiliki pemahaman baik terkait perawatan luka post operasi SC, namun setelah edukasi seluruh peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dengan kategori baik.
Pelatihan tersebut dipimpin oleh tim pengabdi yang diketuai oleh Elizar SST, MPH dengan anggota Bdn Jasmiati, SST, M.Keb; Bdn Rosyita, SST, MKM; Bdn Kartinazahri, SST, M.Keb; Hendrika Wijaya Kartini Putri, dan Nurmila, SST, MKes; dan Nova Sumaini Prihatin, SST, MPH. Kegiatan juga didukung oleh Tim Laboratorium Kebidanan, yaitu Erlina, SST, MKes; Serlis, SSiT, M.Kes; Nurul Huda, SST, MKM; Marduati, SSiT, MKM; serta Nurlismaina, SSiT, MKM.
Baca juga: Pengabdian masyarakat dosen Poltekkes Kemenkes Aceh melalui promosi kesehatan dan edukasi CERDIK PTM
Mayoritas mahasiswa juga dinilai mampu melakukan tahapan perawatan luka secara tepat mulai dari persiapan tindakan, pelaksanaan, hingga edukasi kepada pasien.
Ketua tim pengabdi Elizar, SST, MPH menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi klinik mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan di bidang pelayanan kesehatan berbasis kebidanan.
“Tingginya kebutuhan layanan perawatan luka pasca operasi sectio caesarea menjadi peluang bagi lulusan kebidanan untuk mengembangkan pelayanan pendampingan ibu nifas secara profesional dan mandiri,” ujar Elizar.
Lebih lanjut, Elizar berharap melalui pelatihan berbasis praktik langsung ini, mahasiswa mampu menjadi tenaga pendamping yang kompeten dalam membantu mencegah komplikasi, mempercepat pemulihan ibu pasca operasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal di masyarakat.
Turut hadir tim pelatih dari Klinik Mitra Lhokseumawe, pimpinan TPMB Salabiah, serta dosen dan tenaga laboran Program Studi DIII Kebidanan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh. (*)