Prabowo Pelajari Keberhasilan India Bangun 40 Juta Rumah untuk Diterapkan di Indonesia
Adi Suhendi July 31, 2026 01:33 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar secara hybrid yang dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat pembiayaan sektor perumahan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya akad massal yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Negara menuturkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang layak.

"Kita bisa hadir di acara Akad Massal 62 ribu Unit KPR Rumah Bersubsidi yang digelar secara serentak di 165 titik, tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi seluruh Indonesia," ujar Presiden.

Baca juga: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot di Survei SMRC, Dasco: Kami Kaji dan Pelajari 

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat memiliki rumah sendiri.

Menurut Kepala Negara, penyediaan hunian yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi negara bagi seluruh rakyatnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan berhenti mencari berbagai terobosan untuk meningkatkan jumlah rumah yang dapat dinikmati masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

"Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Untuk itu kita bekerja keras dengan berbagai program dan kita terus merencanakan dan memikirkan cara-cara terbaik untuk melipatgandakan jumlah rumah yang bisa dinikmati oleh rakyat kita," ucap Presiden.

Kepala negara menegaskan perlunya inovasi dan terobosan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat.

Baca juga: Prabowo Canangkan Trans Sumatera Railway, Lanjut Bangun Trans Kalimantan

“Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai adalah cukup membanggakan tapi kita sadar juga bahwa kebutuhannya masih sangat-sangat banyak. Dan kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif,” ujar Presiden.

Dalam mencari terobosan, Presiden menekankan pentingnya keberanian untuk belajar dari pengalaman negara lain.

Belajar ke India

Salah satu yang tengah dipelajari pemerintah adalah keberhasilan India dalam membangun sekitar 40 juta rumah dalam kurun waktu 12 tahun.

“Saya tertarik pada pengalaman, sebagai contoh pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat rumah, 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira 3 juta rumah setahun. Ini saya sedang pelajari bagaimana caranya,” ucapnya.

Menurut Presiden, metode yang selama ini telah berjalan dengan baik tetap perlu diteruskan. Pada saat yang sama, pemerintah harus berani mencari teknik baru, mengambil risiko yang terukur, serta menghadirkan inovasi yang dapat mempercepat pembangunan perumahan rakyat.

“Tapi kita harus, menurut saya bangsa Indonesia, saya percaya dengan keberanian. Keberanian berpikir, keberanian belajar dari orang lain, keberanian mengambil risiko, keberanian berbuat, keberanian mencari inovasi dan terobosan. Mungkin kita bisa dapat hal-hal yang baik,” ungkap Presiden.

Presiden menyebut persoalan perumahan sebagai kebutuhan yang sangat vital dan krusial karena rumah memberikan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat.

Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia membutuhkan tekad, semangat, dan keberanian yang juga besar untuk menjawab tantangan tersebut.

“Dan saya percaya bahwa kita akan lebih, lebih deras, lebih cepat, dan lebih masif. Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Jumlah penduduk kita besar. Masalah-masalah yang kita hadapi adalah besar,” pungkas Presiden.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.