Cetak Calon Pemimpin Berkualitas, 90 Mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung Diterjunkan ke Desa-desa
Siti Fatimah July 30, 2026 11:11 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebanyak 90 mahasiswa Program Studi Administrasi Pembangunan Negara (APN) Politeknik STIA LAN Bandung melaksanakan magang di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Ketua Program Studi APN Politeknik STIA LAN Bandung, Siti Widharetno Mursalim mengatakan, para mahasiswa akan dibentuk secara berkelompok yang kemudian disebar ke 8 desa di Kecamatan Lembang, Bandung Barat selama 3 bulan.

"Jadi yang diterjunkan pada magang kali ini, ada 90 mahasiswa yang kami terjunkan ke Lembang, 22 laki-laki dan 68 perempuan. Semua adalah mahasiswa semester 7 APN,” kata Siti di Kantor Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Kamis (30/6/2026).

Siti mengungkapkan, mahasiswa melaksanakan magang sebagai rangkaian dari perkuliahan.

PEMBUKAAN PROGRAM MAGANG -  Pembukaan Program Studi Administrasi Pembangunan Negara (APN) Politeknik STIA LAN Bandung di Kantor Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (30/6/2026).
PEMBUKAAN PROGRAM MAGANG - Pembukaan Program Studi Administrasi Pembangunan Negara (APN) Politeknik STIA LAN Bandung di Kantor Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (30/6/2026). (Tribun Jabar/Rahmat)

Program magang digelar agar mahasiswa memiliki pengalaman lapangan sehingga mendapat pemahaman yang lebih komprehensif terkait ilmu administrasi.

Teori di ruang kelas dan pengalaman lapangan saat magang diharapkan menjadi bekal yang cukup lengkap untuk mereka berkarir di dunia kerja.

"Karena mereka ini kan di-create untuk menjadi seorang analis kebijakan, perencana pembangunan, pelayan publik, manager sektor publik yang ke depannya nanti pasti akan memimpin jabatan-jabatan dalam organisasi publik, jadi pmereka harus memahami permasalahan dari akar masalahnya di desa,” ungkapnya.

Siti menuturkan, para mahasiswa telah mendapatkan pembekalan intensif selama dua hari sebelum mereka terjun ke desa-desa. Hal itu dilakukan sebagai langkah persiapan agar mahasiswa mengetahui lebih detail terkait tata cara dan metode pemetaan masalah yang ada di desa.

"Jadi mereka 2 hari, kita gembleng untuk mereka memahami seluk-beluk desa,  bagaimana mereka bisa menggali permasalahan dan mencreate perbaikan melalui inovasi,” ujarnya.

Secara teknis, para mahasiswa yang didampingi oleh dosen Politeknik STIA LAN Bandung akan berkolaborasi dengan pemerintahan desa maupun warga setempat untuk menginventarisasi permasalahan yang ada dalam tata kelola pemerintah desa.

Di lokasi yang sama, Puan Kayla Maharani mengaku begitu antusias mengikuti program magang yang akan berlangsung dari 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026. 

Puan bersama rekan kelompoknya akan diterjunkan ke Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.  

"Nama saya Puan, di magang ini kelompok kami kebagian di Desa Cibogo," kata Puan.

Puan mengungkapkan, persiapan magang telah dilakukan dengan matang. Sebelum terjun ke lapangan, Puan dan kelompoknya telah menggali informasi terkait Desa Cibogo melalui internet.

"Persiapan awal sudah, kita sudah cari tahu di internet, dan nanti data itu kami verifikasi dan survei langsung ke lapangan, nanti kan kelihatan masalah riilnya," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran awal, kelompoknya menilai isu pelayanan desa berbasis digital menjadi salah satu aspek yang akan dikaji lebih lanjut.

"Secara umum permasalahan desa itu sepertinya soal pelayanan berbasis digital, nanti kita lihat dulu di sana seperti apa, mudah-mudahan bisa kami bisa memberikan inovasi dalam penguatan layanan desa berbasis digital," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.