TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa tahun terakhir, semakin banyak pembaca yang lebih memilih membaca buku dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
Alasannya beragam, ada yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa, ada yang penasaran dengan cerita versi asli, hingga ingin membaca buku yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Memang tidak bisa dipungkiri jika membaca buku berbahasa asing memiliki banyak manfaat.
Semakin sering membaca, semakin banyak pula kosakata baru yang dipelajari.
Pembaca juga akan menjadi lebih akrab dengan tata bahasa, ungkapan sehari-hari, hingga cara penutur asli menyampaikan suatu ide.
Tak heran jika banyak orang menjadikan membaca novel atau buku nonfiksi berbahasa Inggris sebagai salah satu cara belajar yang menyenangkan.
Namun, di tengah semangat mempelajari bahasa asing, membaca buku berbahasa Indonesia tetap penting dan tidak boleh dilupakan.
1. Bahasa Indonesia bukan sekadar bahasa sehari-hari
Bahasa Indonesia hadir sebagai alat utama untuk belajar, bekerja, hingga menyampaikan gagasan.
Membaca buku dalam bahasa Indonesia dapat membantu memperkaya kosakata, memahami penggunaan kata yang tepat, sekaligus mengenali struktur kalimat yang baik.
Tanpa disadari, kebiasaan ini akan membuat seseorang menulis lebih mudah dan berkomunikasi lebih efektif.
Selain itu, membaca dalam bahasa sendiri membuat pembaca lebih fokus pada isi daripada bahasa yang digunakan.
Saat membaca buku berbahasa asing, tidak jarang perhatian terpecah karena harus mencari arti kata atau memahami struktur kalimat yang belum familiar.
Sebaliknya, ketika membaca buku berbahasa Indonesia, pembaca bisa lebih menikmati alur cerita, memahami argumen penulis, dan menangkap pesan apa yang ingin disampaikan secara lebih mendalam.
2. Pembahasan yang lebih relate dengan budaya sendiri
Tak hanya itu, buku-buku karya penulis Indonesia juga menawarkan sudut pandang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Banyak buku yang mengangkat budaya lokal, sejarah, tradisi, hingga persoalan sosial yang mungkin jarang dibahas dalam buku luar negeri.
Dari sanalah pembaca bisa mengenal Indonesia dari berbagai sisi sekaligus memahami keberagaman yang dimiliki bangsa ini.
3. Bentuk apresiasi terhadap dunia literasi nasional
Membaca karya penulis Indonesia juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dunia literasi nasional.
Semakin banyak masyarakat yang membaca buku karya anak bangsa, semakin besar pula dukungan terhadap penulis dan industri penerbitan di Indonesia.
Dukungan tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya berkualitas yang tidak kalah menarik dibandingkan buku-buku dari luar negeri.
Lantas, apakah kita harus memilih salah satunya?
Tidak harus pilih satu, membaca buku berbahasa asing dan berbahasa Indonesia justru bisa saling melengkapi.
Buku berbahasa asing membantu membuka wawasan global sekaligus melatih kemampuan bahasa asing.
Sementara itu, buku berbahasa Indonesia menjaga kemampuan berbahasa ibu, memperkaya cara berpikir, dan membantu kita tetap terhubung dengan budaya serta identitas bangsa.
Pada akhirnya, semakin banyak membaca, semakin baik.
Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak buku asing yang berhasil diselesaikan, tetapi juga bagaimana kita tetap memberi ruang untuk membaca karya-karya berbahasa Indonesia.
Dengan begitu, kemampuan bahasa asing terus berkembang tanpa membuat kemampuan berbahasa Indonesia tertinggal.
Jadi, apa judul buku favorit Tribunners?
(MG Hasna Aulia Syafitri)