Dampak Limbah Beracun Diduga dari Ternak Sapi PT Indofarm, Petani Ikan Rugi Hampir Ratusan Juta
Truly Okto Hasudungan Purba July 30, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 14 petani ikan di tiga Kecamatan, di Kabupaten Deliserdang merugi sekitar Rp 900 juta akibat kolamnya diduga tercemar limbah dari peternakan sapi milik PT Indofarm Sukses Makmur yang berada di Kecamatan Patumbak. Diperkirakan, sebanyak 28 ton ikan mas siap panen milik warga mati, mengapung di kolam mereka.

Kematian ikan diduga akibat sungai kecil yang dimanfaatkan untuk sirkulasi air kolam tercemar dari peternakan sapi perusahaan, yang juga berdekatan dengan aliran sungai atau di sekitar belakang kandang. Di tengah pil pahit yang dirasakan 14 petani, ada petani ikan yang berhasil menyelamatkan ribuan ekor ikan di 2 kolam miliknya.

Salah satunya Tarigan, pemilik dua kolam ikan mas di Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Dua kolamnya tepat berada di pinggir sungai yang tercemar.

Namun saat kejadian, sekira Minggu 17 Juli ia mendapat telepon dari salah satu anggota keluarganya kalau kolam ikan mereka yang lebih dekat dari peternakan mati. Saat itu juga Tarigan bergegas menutup bendungan aliran sungai ke kolam supaya tak masuk. Alhasil, ribuan ikan mas miliknya selamat, tidak seperti ikan seprofesi. Padahal, kolam ikan tetangga, yang berada dibawahnya juga pada keracunan.

"Saya dapat kabar dari atas bahwa di sana katanya ikan sudah keracunan, sudah habis keracunan, adik-adik sana bilang 'jaga kolam itu, amankan” katanya. Makanya saya matikan air masuk semua, sehingga kita punya aman," kata Tarigan saat ditemui di kolamnya, Kamis (30/7).

Duduk di gubuk bawah pohon kelapa, pinggir kolam, pria berkaus oranye ini merasa bersyukur ikannya selamat dari limbah mematikan. Jika tidak, kerugian ditaksir bisa mencapai ratusan juta. Sebab, untuk pakan ikan selama 3 bulan saja bisa mencapai Rp 134 juta, karena harganya 1 karung dengan berat 50 kilogram senilai Rp 560 ribu.

Belum lagi kerugian ikan mas siap panen, yang kalau dijual kepada agen sebesar Rp 30 ribu perkilogram. Kolamnya sendiri bisa menampung belasan ton ikan mas sekalian panen. Akibat sungai tercemar, air kolam milik Tarigan tidak berganti selama 4 hari karena khawatir. Setelah merasa aman, barulah bendungan atau pipa dari sungai kecil ke kolam kembali dibuka. "Saat itu saya empat hari baru berani masukkan lagi air dari paritnya,” katanya.

Sebelumnya, sekitar 14 petani ikan di 3 Kecamatan, Kabupaten Deliserdang merugi akibat gagal panen. Ribuan ikan mas yang mereka pelihara selama ro3 bulan, dan siap panen tiba-tiba mati mengapung. Adapun dugaan penyebabnya karena air kolam tercemar limbah dari perusahaan ternak sapi milik PT Indofarm Sukses Makmur, di Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Beberapa peternak yang terdampak di tiga Kecamatan, yaitu Desa Sigara-Gara, Kecamatan Patumbak, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir dan Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa. ML, seorang petani ikan di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir mengatakan, total ikan yang mati miliknya dan warga lainnya mencapai 28 ton.

Untuk kerugian yang mereka alami ditaksir mencapai Rp 1 Miliar, atau kurang Rp 900 juta. Total kerugian termasuk biaya pakan, bibit dan perkiraan jika mereka berhasil panen. Kerugian sekitar Rp 900 juta, termasuk pakan dan bibit. Posisi ikan tinggal panen 28 ton,"katanya, ditemui di lokasi, Kamis (30/7).

ML menjelaskan, peristiwa gagal panen terjadi sekitar 2 pekan lalu. Saat datang ke kolam, tiba-tiba mereka melihat ribuan ikan di kolam mengapung. Belakangan diketahui matinya ikan diduga akibat pencemaran limbah dari perusahaan ternak sapi PT Indofarm Sukses Makmur, yang berada di Kecamatan Patumbak.

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Deliserdang, Rio Laka Dewa membenarkan puluhan ton ikan mas milik petani dari tiga desa di tiga kecamatan di Kabupaten Deliserdang bermatian, ternyata disebabkan limbah kotoran sapi yang dikelola oleh perusahaan. Ada pun pihak perusahaan yang dimaksud adalah PT Indofarm Sukses Makmur yang berlokasi di Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak.

"Iya, ikan itu bermatian diduga karena limbah dari (perusahaan) Indofarm itu. Mereka memang ada tetapi di lapangan dia keluar dari dokumen yang ada. Nggak dijalankan (komitmen sesuai di dokumen)," ujar Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Deliserdang, Rio Laka Dewa, Rabu (29/7).  

Ria menambahkan, mereka mendorong agar pihak perusahaan bertanggungjawab dan memberikan perhatian terhadap 14 petani yang sudah mengalami kerugian. Untuk saat ini yang ia ketahui masih ada tarik ulur soal teknis angka kerugian. 

Baca juga: 57 Siswa SSB Laporkan Pelatih Darma Riyadi ke Polda Sumut, Gagal kuti Liga Topskor Nasional

Tunggu Hasil Pemeriksaan

JURU bicara PT Indofarm Sukses Makmur, Jio mengakui perusahaan tempatnya bekerja diduga jadi penyebab ribuan ikan milik petani mati. Ia menyebut kejadiannya sekitar 12 Juli lalu, adanya kolam ikan mas warga diduga tercemar limbah dari perusahaan mereka. Pasca kejadian, perusahaan menyatakan sudah bermusyawarah, dan berdamai dengan petani, dinas lingkungan hidup Kabupaten Deli Serdang.

"Jadi gini, waktu tanggal 12 Juli kemarin memang ada ikan warga yang mati di daerah Tadukanraga sana. Setelah itu, dilakukan mediasi juga dengan warga, dari pihak-pihak terkait dengan segala-segalanya. Akhirnya pihak manajemen memutuskan akan berdamai dengan masyarakat gitu," kata Jio melalui wawancara telepon.

Mengenai penyebab dugaan limbah kotoran sapi ataupun bahan kimia bocor ke aliran sungai, Jio belum berani memastikan. Mereka menunggu hasil pemeriksaan dari dinas lingkungan hidup Kabupaten Deli Serdang. "Kalau kita enggak bisa menentukan karena di situ kan sungai. Namanya sungai itu kan banyak juga yang lain-yang lain. Cuma mengarahnya ke kita gitu," katanya.

"Cuma untuk pembuktiannya tentunya dari Pihak Lingkungan Hidup, yang menyelesaikan masalah itu," sambungnya.

Begitu juga mengenai ganti rugi, mereka belum memastikan apakah akan mengganti kerugian masyarakat atau tidak. Mereka menunggu keputusan final dari dinas lingkungan hidup, maupun Pemkab Deli Serdang. (cr25/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.