Sebuah unggahan pilu seorang ibu asal Kota Surabaya berjuang mencari keberadaan putri kandungnya berusia lima tahun di media sosial mendadak viral.
Sang ibu menduga putri kecilnya diculik oleh mantan suaminya sendiri.
Kisah 'mengandung bawang' ini menyita perhatian publik usai sang ibu mengungkapkan bahwa putri kecilnya dipaksa hidup terlunta-lunta di jalanan dan diajak mengemis demi memenuhi kebutuhan mantan suaminya.
Jika benar bocah perempuan itu dibawa ayah kandungnya, aksi penculikan ini mencoreng keputusan hukum terkait hak asuh yang sudah ditetapkan oleh pihak pengadilan.
Pihak keluarga kini menggantungkan harapan pada kepolisian dan bantuan masyarakat luas agar sang anak dapat segera diselamatkan dari penderitaan.
Viral di medsos sebuah unggahan Instagram (IG) milik seorang ibu di Kota Surabaya viral di yang mengaku kehilangan anak kandung berusia lima tahun yang diduga dibawa pergi mantan suaminya.
Identitas penyerobotan hak asuh anak itu disebarkan secara terbuka oleh akun milik ibu korban.
Berdasarkan unggahan akun IG @ayucristin93, informasi itu ditulis dalam stiker berkolom warna merah muda yang menutupi separuh foto sang anak berinisial A (5) berjenis kelamin perempuan.
Akun itu merupakan milik sang ibu, yang berinisial AA (33) warga Kota Surabaya.
Hak asuh putri kecil berinisial A sebenarnya telah sah diserahkan penuh kepada sang ibu kandung pascabercerai.
AA menceritakan bahwa dirinya sudah bercerai dari sang mantan suami berinisial SU sejak Bulan November 2024 silam.
Bahkan, hasil amat putusan sidang perceraian itu, majelis hakim menyerahkan hak asuh anak jatuh kepada dirinya.
Selama dalam pengasuhan ibu kandung, seluruh hak dasar dan tumbuh kembang sang anak dipenuhi secara layak di daerah Sawahan.
Selama ini, ia sudah merawat sang anak dengan baik, mulai dari menyediakan tempat tinggal yang aman, nyaman serta layak bersama keluarganya di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
Termasuk, memenuhi semua kebutuhan pokok, bahkan menyekolahkan sesuai jenjang usianya.
Petaka dimulai ketika mantan suami nekat melarikan korban tanpa izin dan hidup berpindah-pindah tempat.
Sekitar lima bulan lalu yakni bulan Februari 2026, diduga mantan suaminya tiba-tiba membawa kabur sang anak dan tak diketahui keberadaannya hingga saat ini.
Bahkan, terdapat informasi yang berhasil diperoleh AA, bahwa sang mantan suami kerap tinggal secara berpindah-pindah dan sempat diketahui tidur di sudut Pasar Keputran.
Kondisi menyedihkan sang anak terungkap dari dokumentasi visual yang memperlihatkan lokasi persembunyian pelaku.
Pada beberapa penggal unggahan IG berbentuk video yang tersusun dari tiga foto, tampak momen sang anak sedang tertidur di alas karpet di samping sosok mantan suami berjaket warna hitam yang sedang duduk bersila.
AA menyebutkan, momen itu berada di salah satu sudut Pasar Keputran.
Usaha sang ibu untuk merebut kembali buah hatinya secara langsung di lokasi pasar justru berbuah aksi penganiayaan.
"Saya sempat merebutnya kembali waktu saya temui di pasar itu, tapi malah saya di pukuli dan cekcok rame di situ, biasanya tidur di pasar Keputran surabaya, skarang gk tau kabur kemana," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Kamis (30/7/2026).
Penderitaan korban makin memprihatinkan karena diduga dimanfaatkan untuk mencari uang di jalanan.
Boro-boro hidup secara layak, sang anak diduga kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari sang mantan suami.
Bahkan, sang anak pernah dipaksa melakukan aksi meminta-minta atau mengemis di sekitar area pasar.
Ancaman tidak diberi makan sering diterima sang anak apabila tidak berhasil membawa uang hasil meminta-minta.
Jika tidak menuruti apa yang diperintahkan oleh sang mantan suami.
Menurut informasi yang diketahui oleh AA, sang anak bakal dihukum dengan tidak diberi makanan.
Bahkan, kondisi sang anak diketahui dalam keadaan cenderung kurus.
Ibu korban menuturkan kisah memilukan tentang kondisi fisik anaknya yang memprihatinkan akibat tindakan tidak manusiawi pelaku.
"Anak saya diajak mbambung dan setiap hari tidurnya di pasar beralas kardus, anak saya gak dikasih makan kadang sampai 2 hari, sampai badannya kurus, bajunya lusuh, bapaknya gak kerja, hanya mengandalkan uang hasil dari ngemis ke orang-orang, kalau gak dapat uang dari ngemis ya gak dikasih makan anak saya," katanya.
Pengunggahan informasi secara masif dilakukan oleh pihak keluarga yang merasa jalan usahanya mulai menemui jalan buntu.
AA sengaja membuat berbagai unggahan informasi mengenai permasalahan yang dialaminya melalui berbagai akun medsos.
Laporan resmi telah dibuat ke unit perlindungan anak dan wanita guna memproses tindakan kejahatan ini.
Karena, AA merasa nyaris putus asa mencari keberadaan sang anak yang terus menerus dibawa kabur oleh sang mantan suami. Bahkan, ia juga sudah melaporkan permasalahan itu ke Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya.
Besar harapan keluarga agar pihak kepolisian dapat bertindak cepat menyelamatkan nyawa dan masa depan korban.
"Iya saya sudah melaporkannya ke Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, dan berharap anak saya segera ditemukan," pungkasnya
Sorotan tajam warganet terus membanjiri unggahan itu hingga ditonton oleh jutaan pengguna media sosial.
Di lain sisi, berdasarkan pantauan SURYA.CO.ID atas unggahan IG itu pada pukul 20.21 WIB, Kamis (30/7/2026), unggahan itu sudah satu juta kali, menuai respon suka 21,1 ribu akun, dikomentari 1,6 ribu kali, dan dikirim ulang (repost) 2,9 ribu kali.
Banyak warganet yang mendoakan agar korban dapat segera diselamatkan dari bahaya.
"Ya Allah semoga segera ketemu ya, kak Aaamiin," tulis komentar akun IG @novita_mrsh
Dukungan moral serta bantuan menyebarkan informasi terus mengalir deras di kolom komentar.
"Aku bantu repost dan doa ya kak. Semoga cpt ketemu, jangan kasih nafas kak, apalagi setelah sudah mulai viral, takut nanti dia kabur makin jauh pula," tulis komentar akun IG @lina_wijaya739
Kekesalan publik pun mencuat atas tindakan tak bertanggung jawab yang dilakukan oleh paman atau mantan suami korban.
"Ikut emosi rasanya. Kasihan bgt km anak cantik, punya Bapak modelan begitu," tulis komentar akun IG @cekerpedascocotetonggo.id
Konfirmasi dari pejabat kepolisian terkait masih terus diupayakan untuk mengawal perkembangan kasus ini.