TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat kualitas pengelolaan data statistik sektoral melalui bimbingan teknis penyusunan dan tabulasi kegiatan statistik sektoral tahun 2026 yang digelar secara hibrida, dengan pelaksanaan luring di ruang rapat BSmart.
Bimbingan teknis yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28-30 Juli 2026, tersebut diikuti 40 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Belitung.
Mereka mendapat materi praktik dari tiga narasumber, yakni Agus Prianto dengan materi praktik tabulasi statistik, Alfi Nurrahmah terkait praktik visualisasi Statistik, dan Rojani yang menyampaikan materi praktik penyusunan publikasi statistik.
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Belitung, Zakina, menyebutkan, bimtek tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam mengolah, menyusun, menabulasi, memvisualisasikan, hingga memublikasikan data statistik sektoral sebagai dasar mendukung kebijakan pemerintah berbasis data.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menghasilkan data yang akurat sebagai fondasi pembangunan daerah.
"Jadi Bapak Ibu yang ditugaskan untuk hadir hari ini dan diminta untuk menginput data, hal tersebut akan berguna untuk kelanjutan di daerah kita dan juga Indonesia pada umumnya," ujar Zakina melalui siaran rilis Diskominfo Belitung pada Rabu (29/7/2026).
Zakina menyebut, data yang valid dan berkualitas diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran serta menghindari kebijakan yang kurang efektif akibat informasi yang tidak akurat.
Sementara itu, Kepala Bidang KIPS Diskominfo Belitung, Sapril, menyampaikan, pengelolaan data statistik sektoral menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif.
"Dalam konteks pengelolaan manajemen data, termasuk penyusunan kebijakan, data yang kita miliki sangat penting dan berarti. Data statistik yang masuk dalam laporan harus mampu kita presentasikan ke dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dibaca, dianalisis, dan menghasilkan kesimpulan yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan," tuturnya.
Sapril mengatakan, data statistik yang telah disusun tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi harus mampu memberikan informasi yang mudah dipahami dan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan. (dol)