Liputan6.com, Jakarta - Semangka menjadi salah satu buah favorit masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis, menyegarkan, dan cocok dinikmati saat cuaca panas. Namun, setelah dipotong, semangka sering kali cepat mengeluarkan banyak air, teksturnya menjadi lembek, bahkan rasa manisnya terasa berkurang jika disimpan dengan cara yang kurang tepat.
Padahal, perubahan tekstur tersebut bukan semata-mata karena semangka "kehilangan gula", melainkan akibat kerusakan struktur sel buah selama penyimpanan. Dengan teknik penyimpanan yang benar, semangka potong dapat tetap segar, manis, dan tidak cepat berair selama beberapa hari di dalam kulkas. Berikut Liputan6.com ulas panduan lengkap cara menyimpan semangka potong agar tetap manis dan tidak berair.

Semangka yang sudah dipotong sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Setelah selesai dipotong, segera masukkan ke dalam kulkas, idealnya tidak lebih dari dua jam.
Selain menjaga kualitas rasa, langkah ini juga penting untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Setelah kulit semangka terbuka, bagian daging buah menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme.
Layanan keamanan pangan dari USDA (United States Department of Agriculture) juga menyarankan agar buah yang sudah dipotong segera disimpan di dalam lemari pendingin untuk menjaga kualitas sekaligus keamanannya.
Salah satu penyebab semangka menjadi cepat berair adalah paparan udara yang terus-menerus selama penyimpanan.
Gunakan wadah makanan dengan penutup rapat agar kelembapan tetap terjaga dan semangka tidak menyerap aroma makanan lain di dalam kulkas. Cara ini juga membantu mengurangi penguapan air dari permukaan buah sekaligus memperlambat penurunan kualitas.
National Watermelon Promotion Board di Amerika Serikat juga merekomendasikan agar semangka yang sudah dipotong selalu dibungkus rapat atau disimpan dalam wadah tertutup selama berada di lemari pendingin.
![Buah Apa yang Tidak Boleh Disimpan Bersama Pisang Buah apa yang tidak boleh disimpan bersama pisang? Salah satunya semangka. [AI Generated]](https://shengbo-xjp.oss-ap-southeast-1.aliyuncs.com/Upload/File/2026/07/31/1000163409.webp)
Meskipun semangka bukan termasuk buah klimakterik yang terus matang setelah dipanen, kualitasnya tetap bisa menurun jika disimpan berdekatan dengan buah penghasil gas etilen, seperti apel, pisang, pir, atau alpukat matang.
Gas etilen dapat mempercepat penurunan kualitas beberapa jenis buah sehingga tekstur semangka menjadi lebih cepat lembek.
Colorado State University juga menjelaskan bahwa semangka sebaiknya tidak disimpan bersama buah atau sayuran yang menghasilkan etilen karena dapat memicu kerusakan internal pada buah.
Semakin banyak permukaan daging buah yang terbuka, semakin besar pula peluang air keluar dari jaringan semangka.
Jika tidak langsung habis, lebih baik menyimpan semangka dalam potongan besar daripada langsung dipotong menjadi dadu kecil. Saat akan dikonsumsi, baru potong sesuai kebutuhan.
Cara ini membantu memperlambat keluarnya cairan dari jaringan buah sehingga teksturnya tetap lebih renyah.

Jika semangka dipotong berbentuk kubus, usahakan tidak memenuhi wadah hingga terlalu padat.
Tekanan dari potongan di bagian atas dapat merusak jaringan buah di bawahnya sehingga lebih cepat mengeluarkan air. Sebaiknya gunakan wadah yang cukup lebar agar potongan buah tidak saling tertekan.
Hindari menyimpan semangka tepat di dekat lubang keluarnya udara dingin atau area yang mudah membeku.
Suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan kerusakan akibat dingin (chilling injury), yang ditandai dengan perubahan warna, keluarnya banyak cairan, dan tekstur yang semakin lembek setelah buah kembali ke suhu normal.
Colorado State University menjelaskan bahwa pendinginan yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan kebocoran cairan dan penurunan kualitas semangka.

Meskipun penyimpanannya sudah benar, kualitas semangka tetap akan menurun seiring waktu.
Secara umum, semangka potong paling baik dikonsumsi dalam waktu 3–5 hari. Setelah melewati periode tersebut, teksturnya mulai melembek, rasa manis berkurang, dan risiko pertumbuhan mikroorganisme meningkat.
Apabila semangka mulai berlendir, berbau asam, berbusa, atau muncul perubahan warna yang tidak biasa, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi. SNAP-Ed USDA menyebutkan bahwa semangka potong dapat bertahan hingga sekitar lima hari di dalam kulkas apabila disimpan dengan benar.
Banyak orang langsung memotong semangka tanpa mencuci kulitnya. Padahal, bakteri yang menempel di permukaan kulit dapat berpindah ke bagian daging saat pisau menembus kulit buah.
Karena itu, sebelum dipotong, cuci kulit semangka di bawah air mengalir untuk mengurangi risiko kontaminasi. Tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen karena justru tidak dianjurkan untuk mencuci buah dan sayur.
Anjuran ini juga diberikan oleh USDA Food Safety and Inspection Service sebagai bagian dari praktik keamanan pangan saat mengolah buah segar.
Semangka mengandung sekitar 92 persen air. Setelah dipotong, sel-sel buah perlahan mengalami kerusakan akibat paparan udara, perubahan suhu, serta tekanan selama penyimpanan. Akibatnya, cairan di dalam sel keluar sehingga dasar wadah tampak dipenuhi air.
Penelitian terbaru dalam jurnal Food Packaging and Shelf Life (2026) juga menunjukkan bahwa keluarnya cairan (juice leakage) merupakan salah satu penyebab utama penurunan kualitas semangka potong. Penelitian tersebut menemukan bahwa kemasan yang mampu mengurangi kontak langsung buah dengan cairan yang keluar dapat membantu mempertahankan tekstur dan kualitas semangka lebih lama.
Apakah semangka potong boleh dibekukan?
Boleh. Namun setelah dicairkan, teksturnya akan menjadi lebih lembek karena kristal es merusak struktur sel buah. Semangka beku lebih cocok digunakan untuk smoothies, jus, atau es buah daripada dimakan langsung.
Apakah semangka yang mengeluarkan banyak air masih aman dimakan?
Selama masih disimpan dengan benar di dalam kulkas, belum melewati masa simpan 3–5 hari, serta tidak berlendir, berbau asam, atau berubah warna, semangka tersebut umumnya masih aman dikonsumsi. Cairan yang keluar merupakan akibat rusaknya sebagian jaringan buah, bukan selalu tanda buah sudah basi.
Apakah semangka sebaiknya disimpan menggunakan plastik wrap atau wadah?
Keduanya dapat digunakan selama penutupnya rapat. Namun, wadah kedap udara biasanya lebih efektif melindungi semangka dari paparan udara, mencegah penyerapan aroma makanan lain, serta mengurangi kerusakan akibat tekanan selama penyimpanan