BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebuah mobil pikap hitam bermuatan rak-rak telur berhenti di halaman Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalbalam 1 di Jalan Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (30/7/2026).
Satu per satu barang berupa telur dan susu diturunkan ke dalam dapur sebagai persiapan penyediaan makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat.
Kondisi ini seakan menjawab unggahan di media sosial yang menyebut SPPG tersebut dijual.
Satu unggahan sempat ada di satu grup media sosial Facebook yang bahkan diisi tagar #JualdapurMBG, #jualSPPG, dan #BGN.
Bangkapos.com mendapati unggahan tersebut pada Rabu (29/7/2026) di grup Forum Jual Beli Bangka Belitung.
Derri Afrian, Perwakilan Yayasan Pemuda Inspirasi Babel
Saat dikonfirmasi, Perwakilan Yayasan Pemuda Inspirasi Babel, Derri Afrian, yang juga tertangkap layar sebagai pengunggah postingan tersebut mengatakan unggahan itu dibuat karena adanya perbedaan pandangan di internal pengelola.
"Awalnya dapur ini dimiliki oleh tiga orang investor. Dalam perjalanan ada sedikit perbedaan pendapat sehingga ada yang memilih beralih ke usaha lain. Karena itu kami mencoba mencari investor baru melalui postingan di Facebook, maksudnya untuk mengakuisisi kepemilikan atau saham pengelolaan dapur, bukan menjual dapurnya," kata Derri saat dihubungi Bangkapos, Kamis (30/7/2026).
Menurut Derri, persoalan tersebut kini telah selesai dan tidak lagi memengaruhi operasional dapur.
"Niatnya memang ingin menarik investor yang bersedia mengelola bersama. Ibaratnya mengakuisisi saham, bukan menjual dapur. Sekarang kondisinya sudah aman, tidak ada permasalahan lagi," ujarnya.
Ia menegaskan, selama delapan bulan beroperasi, Dapur SPPG Pangkalbalam tetap menjalankan pelayanan secara normal.
"Selama delapan bulan sebelumnya dapur tetap beroperasi seperti biasa. Tidak berhenti dan tidak terganggu sama sekali," katanya.
Derri juga menyampaikan permohonan maaf atas unggahan yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Postingan itu juga sudah kami take down. Kami mohon maaf," ucapnya.
Menurutnya, seluruh fasilitas dapur dalam kondisi baik dan pelayanan kepada penerima manfaat tetap menjadi prioritas.
"Menu yang kami sajikan berjalan dengan baik. Masyarakat juga bisa melihat aktivitas maupun menu yang kami siapkan melalui media sosial dapur kami," ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak salah memahami unggahan tersebut karena komitmen yayasan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala SPPG Pangkalbalam 1 Fazal, mengaku tidak mengetahui adanya unggahan tersebut sebelum ramai diperbincangkan masyarakat.
Ia bahkan baru mengetahui informasi itu setelah diberi tahu oleh warga sekitar.
Menurutnya, operasional dapur tidak pernah mengalami kendala, baik dari sisi administrasi maupun penyediaan bahan makanan.
"Program MBG di sini tidak mengalami kendala, baik dari sisi material maupun administrasi," ujarnya.
Saat ini Dapur SPPG Pangkalbalam melayani 2.369 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
"Kami juga tidak diberi tahu mengenai rencana itu. Yang jelas operasional tetap berjalan seperti biasa dan besok kami tetap melayani para penerima manfaat. Tidak ada penutupan dapur," katanya.
Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Regional Provinsi Bangka Belitung Nyayu Kurnia Ramadhini, mengatakan pihaknya langsung meminta klarifikasi kepada yayasan setelah mengetahui unggahan tersebut.
Menurutnya, dapur SPPG tidak dapat diperjualbelikan. Apabila terjadi pergantian pengelola, mekanismenya dilakukan melalui pengalihan atau akuisisi pengelolaan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan menjual dapur.
"Sudah kami konfirmasi kepada pihak yayasan. Itu bukan dijual, tetapi yang dimaksud adalah akuisisi. Namun penyampaiannya melalui media sosial seperti itu juga kurang tepat," kata Dhini.
Ia mengatakan, setelah diberikan teguran, pihak yayasan langsung menghapus unggahan tersebut.
"Postingannya sudah di-take down. Kami mengimbau agar media sosial digunakan secara bijak karena bisa menimbulkan salah persepsi di masyarakat," ujarnya.
Ia memastikan operasional Dapur SPPG Pangkalbalam tetap berjalan normal dan pelayanan kepada 2.369 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis tidak mengalami gangguan.
SPPG Pangkalbalam merupakan satu dari 20 dapur SPPG yang ada di Kota Pangkalpinang.
Secara keseluruhan setidaknya ada 107 dapur SPPG di Bangka Belitung.
Berdasarkan data SPPI Regional Bangka Belitung, selain di Pangkalpinanng, ada 19 dapur SPPG di Kabupaten Bangka, 15 SPPG di Bangka Tengah, 11 SPPG di Bangka Selatan, dan 16 SPPG di Bangka Barat.
Selain itu ada 14 SPPG di Belitung, dan 12 SPPG di Belitung Timur. (x1)