Terungkap: Alasan Carlo Ancelotti MENOLAK Italia demi bertahan di Brasil
Carlo Ancelotti mengungkap alasan di balik penolakannya terhadap pendekatan untuk menangani tim nasional Italia, karena ia memilih tetap bersama Brasil. Pelatih berusia 67 tahun itu menegaskan kembali komitmennya terhadap proyek Selecao setelah proses pencarian pelatih yang bergejolak dilakukan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Ancelotti menolak pendekatan Azzurri
Ancelotti muncul sebagai target utama FIGC setelah kembali terjadi pergolakan besar di dalam struktur tim nasional. Namun, mantan bos Real Madrid itu menolak kesempatan melatih negara asalnya dan memutuskan tetap memimpin Brasil.
Direktur teknik Italia, Paolo Maldini, baru-baru ini mengonfirmasi bahwa Ancelotti dan Pep Guardiola merupakan dua pilihan teratas FIGC untuk posisi yang lowong tersebut. Pada akhirnya, negosiasi manajerial berakhir kacau, yang berujung pada pengunduran diri Maldini sebelum Claudio Ranieri ditunjuk sebagai direktur teknik dan Roberto Mancini diangkat sebagai pelatih kepala.
Kesetiaan pada proyek Brasil
Setelah memulai karier kepelatihannya sebagai asisten untuk Italia di bawah Arrigo Sacchi pada 1992 hingga 1995, mengambil pekerjaan bersama Azzurri seharusnya menjadi momen emosional yang terasa seperti lingkaran penuh bagi Ancelotti. Namun, manajer legendaris itu menegaskan bahwa kesetiaannya sepenuhnya berada pada Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF).
Dalam wawancara dengan Pedro Ivo Almeida dari ESPN, Ancelotti menjelaskan posisinya: "Ini bukan masalah kontrak; itu bukan alasannya. Alasannya adalah karena saya punya komitmen kepada CBF dan kepada negara ini, karena negara ini telah menyambut saya dengan sangat hangat selama tahun pertama ini. Saya ingin tetap di sini."
Ucapan terima kasih untuk Federasi Italia
Meski dengan sopan menolak tawaran tersebut, Ancelotti memastikan dirinya tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada FIGC atas ketertarikan mereka. Ia menekankan bahwa bertahan di Amerika Selatan adalah satu-satunya keputusan yang tepat mengingat dukungan yang ia terima sejak mengambil alih Selecao.
"Dan tentu saja saya berterima kasih kepada Federasi Italia, tetapi saya ingin tetap di sini karena saya percaya inilah keputusan yang benar dan adil, untuk tetap berada di negara yang telah menyambut saya dengan sangat hangat, di institusi yang telah memberi saya kesempatan untuk bekerja," tambahnya.
Masa depan jangka panjang aman hingga 2030
Keputusan Ancelotti membuatnya tetap berakar kuat di Amerika Selatan untuk jangka panjang. Juru taktik asal Italia itu menandatangani perpanjangan kontrak dengan CBF sebelum Piala Dunia 2026, yang mengikatnya dengan tim nasional Brasil hingga Juni 2030.
Komitmen jangka panjang ini memastikan Ancelotti akan memimpin transisi Brasil menuju era setelah Neymar. Fokus utamanya kini akan tertuju pada upaya membawa Selecao melewati laga-laga kualifikasi Piala Dunia CONMEBOL yang akan datang, Copa America 2028, serta membangun tim menuju Piala Dunia 2030.