Semangat Hidupi Anak, Ibu Disabilitas yang Viral Datangi Job Fair Kini Dapat Kerja dan Rusun
Rr Dewi Kartika H July 31, 2026 10:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Apni Nelya (37), penyandang disabilitas warga Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur memilih tawaran tinggal di unit rumah susun (Rusun) dibandingkan panti sosial. 

Apni atau karib disapa Evi yang merupakan penyandang disabilitas autoimun dan tunadaksa sehingga harus menggunakan alat bantu tongkat memilih bantuan Rusun karena masih ingin bekerja. 

Dalam pertemuan antara Evi dengan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin yang dilakukan di kantor Wali Kota pada Kamis (30/7) Evi mengaku ingin bekerja demi menghidupi anak-anaknya. 

"Keinginan untuk bekerja masih ada karena mempunyai tanggungan dua orang anak. Tadi setelah sepakat, bu Apni milih untuk tinggal bukan di panti, tapi di Rusun," kata Munjirin, Jumat (31/7/2026). 

Evi sendiri diketahui memiliki riwayat pengalaman kerja sebagai marketing, kasir, packing, dan helper pada industri garment selama bekerja sejak tahun 2007 hingga 2019. 

Evi sebelumnya berhenti bekerja karena kondisi kesehatan menurun akibat autoimun dan harus penyakit komplikasi yang diderita, dan harus menjalani penanganan medis. 

Terhadap pilihan Evi yang ingin bekerja dan tinggal di unit Rusun bersama anaknya, Pemkot Jakarta Timur pun menyatakan akan memberikan bantuan untuk memfasilitasi. 

Evi Akan Segera Kerja

Dalam hal pemberian kerja, Pemkot Jakarta Timur sudah berkoordinasi dengan seorang pengusaha di wilayah Kecamatan Cakung yang menyatakan siap menerima Evi. 

"Kita sudah memanggil seorang pengusaha, yaitu di Grand Cakung. Insya Allah nanti akan disambungkan untuk bisa bekerja di Grand Cakung. Entah jadi apa nanti, yang penting kerja di sana," ujarnya. 

Kemudian terkait bantuan unit Rusun, Munjirin sudah berkoordinasi dengan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) VIII Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta.

Sehingga Evi tidak lagi harus tinggal menumpang berpindah-pindah pada sejumlah masjid dan rumah warga, dia dapat memiliki tempat tinggal tetap yang layak di unit Rusun. 

Baznas Bazis Jakarta Timur juga nantinya akan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari kepada Evi, sehingga diharapkan dapat memastikan kebutuhan keluarga Evi. 

Selain itu, Sudin Sosial dan Sudin Pendidikan Jakarta Timur juga akan membantu agar anak Evi mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk memenuhi kebutuhan terkait sekolah. 

"Jadi nanti akan diurus antara Sosial dengan Pendidikan untuk masalah desilnya (kategori di DTKS), sehingga nanti anak-anaknya bisa masih tetap lanjut sekolah," tuturnya. 

Sebelumnya Apni Nelya (37), penyandang disabilitas warga Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur masih semangat mencari pekerjaan mendatangi job fair. 

Meski menderita autoimun, penyakit komplikasi, dan harus berjalan menggunakan alat bantu tongkat tapi wanita yang karib Evi itu tetap tak putus asa melamar pekerjaan. 

Evi yang sudah empat bulan terakhir tidur menumpang di masjid hingga rumah warga atau nomaden, kini datang ke GOR Ciracas demi mengikuti bursa kerja pada Selasa (28/7/2026). 

Bersama sang anak yang berusia 6 tahun, Evi bahkan sudah tiba di GOR Ciracas sekitar dua jam sebelum acara dimulai demi menyerahkan lamaran pekerjaan ke sejumlah perusahaan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.