49 Ekor Sapi Milik Warga Mati Kedinginan
Ola Keda July 31, 2026 11:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 49 ekor sapi milik warga di Desa Tunua, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, mati mendadak. Diduga, akibat cuaca ekstrem berupa hujan yang turun selama tiga hari berturut-turut, menjadi pemicu.

Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, John Banunaek, membenarkan data tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026). "Total ada 49 ekor sapi mati mendadak di Desa Tunua," ujarnya, Jumat 31 Juli 2026.

Rinciannya, di Dusun 2 sebanyak 15 ekor sapi mati, sedangkan di Dusun 3 mencapai 34 ekor. Di antara jumlah itu, enam ekor sapi jantan usia dua tahun milik Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) juga turut menjadi korban, dengan gejala gemetar hebat sebelum akhirnya roboh.

 

Tubuh Sapi Terendam Lumpur Berhari-hari

Ia mengatakan hujan turun terus-menerus mulai Jumat (24/7/2026) malam hingga Senin (27/7/2026) pagi. Akibatnya, sapi-sapi terus terkena guyuran air hujan dan tubuhnya terendam lumpur karena tidak segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan terlindungi oleh pemiliknya.

Ia juga merinci nama-nama warga yang kehilangan ternaknya, antara lain Paulus Baun (1 ekor), Apris Uki (2 ekor), Lukius Liem (2 ekor), Yakob Baun (8 ekor), serta Okran Naben (2 ekor).

"Gejalanya kedinginan dan tubuh terendam lumpur karena tidak segera dipindahkan atau dialihkan ke tempat yang lebih aman oleh pemiliknya," jelas John Banunaek menjelaskan penyebab kematian ternak tersebut.

Khusus di wilayah Dusun 3 saja, tercatat ada 20 orang warga yang mengalami kerugian akibat matinya ternak sapi peliharaan mereka. Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan pun terus mendata dampak kerugian yang dialami masyarakat setempat akibat perubahan cuaca yang tidak menentu ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.