BANGKAPOS.COM, BANGKA — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan angka yang baik.
Demikian yang diungkapkan oleh Pj Sekda Bangka Barat, Abimanyu saat menerima kunjungan kerja dari Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Kamis (30/7/2026) di Kantor Bupati Bangka Barat.
“Tingkat Pengangguran Terbuka kita (Bangka Barat-red) itu di angka kurang lebih empat koma sekian persen, artinya masih dibawah rata-rata nasional,” ungkap Abimanyu.
Lanjut dia, Bangka Barat memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, baik pada sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, pariwisata, maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Potensi tersebut dikatakannya membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Oleh karena itu, menurutnya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.
“Kami berharap dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung Balai Latihan Kerja (BLK) Disperinaker Kabupaten Bangka Barat untuk melaksanakan pelatihan Mobile Training Unit (MTU) supaya memperkuat perlindungan pekerja, serta mendorong lahirnya tenaga kerja yang unggul dan siap menghadapi tantangan transformasi ekonomi dan digital pada saat ini,” ucapnya.
Pihaknya juga ingin supaya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.
“Dengan begitu, pembangunan ketenagakerjaan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker RI, Cris Kuntadi mengapresiasi angka TPT Kabupaten Bangka Barat yang berada berada di bawah rata-rata nasional.
“Hanya saja itu mayoritas (tenaga kerja-red) masih di sektor pertanian. Sektor pertanian ini serapannya tinggi, tapi biasanya produktivitasnya masih rendah,” ungkap Cris.
Dia menyebut, Kemnaker RI hadir untuk meningkatkan produktivitas tersebut dengan cara-cara seperti modernisasi pertanian, alat pertanian serta penjualam produk pertanian dari bahan mentah hingga produk hilirisasi
“Kita siap untuk membantu masyarakat di sini untuk membuat dan menjual produk hilirisasinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurutnya, melalui kunjungan bertajuk Kemnaker Connect Babel Tahun 2026 ini, potensi-potensi yang ada di Kabupaten Bangka Barat perlu dikembangkan.
“Industrinya, UMKM nya kita kembangkan. Kita punya pelatihan untuk membuat suatu produk tertentu,” jelasnya.
Tak hanya sekedar membuat produk, perihal pengemasan, digital marketing dan pembelinya juga perlu diperhatikan.
“Maka dari itu kumpulkan seluruh stakeholder yang ada dengan harapan bisa mengangkat ekonomi di Babel, khususnya Bangka Barat,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)