TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya pihak kepolisian menguak fakta baru terkait terduga pelaku pembunuhan satpam di Waduk Jatiluhur.
Dari hasil penyelidikan selama satu minggu usai penemuan jasad pada Jumat (24/7/2026), polisi menduga pembunuh satpam bernama Sumarna itu lebih dari satu orang.
Fakta tersebut diungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Dikutip TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube metrotv news, Kombes Pol Hendra Rochmawan menguak deretan fakta terkait pembunuhan Sumarna.
Seperti diketahui, Sumarna ditemukan tewas mengambang di Waduk Jatiluhur dengan kondisi tangan terborgol.
Terkait kematian Sumarna, polisi menyebut sang satpam diduga dibunuh.
"Dari beberapa penelusuran kita, pelakunya tidak hanya satu. Kita duga seperti itu," ungkap Kombes Pol Hendra Rochmawan dilansir pada Jumat (31/7/2026).
Lebih lanjut, polisi mengurai temuan baru dari hasil penyelidikan.
Ternyata sebelum ditemukan tewas pada Jumat pagi sekira pukul 09.00 Wib, korban sempat menghilang dari pos jaga selama lima jam.
Berikut adalah timeline keberadaan Sumarna sebelum dibunuh:
Tanggal 23 Juli 2026 sore: Korban menuju ke lokasi luar pos
Pukul 17.00 - 19.20 Wib: Korban pulang ke rumah dan istirahat dan tidur
Pukul 20.00 Wib: Korban berangkat kerja diantar istri
Pukul 21.00 Wib: Korban keluar dari pos
Pukul 23.00 Wib: Istri dan anak mendatangi pos, korban belum pulang
Pukul 23.30 Wib: Anggota Linmas mendatangi pos, korban belum pulang
Pukul 02.00 Wib: Korban kembali ke pos
Pukul 02.00 - 05.00 Wib: peristiwa pembunuhan terjadi
Dari rentang waktu yang dijabarkan polisi di atas, dapat diketahui bahwa Sumarna diketahui tak berada di pos jaga dari pukul 21.00 - 02.00 Wib atau sekira lima jam.
Meskipun detik-detik pembunuhan Sumarna tak terekam CCTV di TKP Waduk Jatiluhur, namun jejaknya sempat tertangkap CCTV di wilayah lain.
Hingga akhirnya terungkap lokasi keberadaan Sumarna saat tidak ada di pos.
Rupanya Sumarna sempat mendatangi tempat yang lokasinya tiga kilometer lebih.
"(Korban) dari lokasi yang cukup jauh kurang lebih 3,2 km, dari sana kemudian kembali ke situ (ke pos)," pungkas Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Baca juga: Penemuan 2 Benda di TKP Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Mengejutkan, Paman Korban Sampai Heran
Saat pergi meninggalkan pos lalu kembali ke pos, polisi melihat ada kejanggalan yang dilakukan korban.
Yakni korban menuju ke TKP Waduk Jatiluhur dengan rute tak wajar.
"Terkait dengan lokasi ketika si korban ini dari tempat pos menuju ke TKP itu ada anomali bahwa yang bersangkutan tidak langsung menjurus ke lokasi di tempat dia tenggelam. Tapi dia memasuki, melewati perumahan-perumahan, di mana di situ tempatnya gelap, tidak ada penerangan lampu dan memasuki sekitar rumah-rumah ini," ungkap Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Dari sanalah polisi tengah menyelidiki lokasi pembunuhan Sumarna.
Sebab dari hasil autopsi, korban diduga dibunuh terlebih dahulu baru ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur.
"Bisa kita simpulkan bahwa perjalanan dari membawa si korban menuju ke lokasi TKP tidak langsung lurus pos itu ke TKP ditemukannya jenazah. Ini hipotesa kita pertama," imbuh Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Lebih lanjut, polisi pun menyelidiki soal terduga pelaku pembunuhan.
Termasuk memeriksa interaksi korban dengan sekelompok orang yang sempat diketahui dari handphone hingga rekaman CCTV.
"Memang ada beberapa interaksi yang kita dalami terus, dengan beberapa kelompok, yang nanti kita duga menuju apakah permasalahan ada di sini," pungkas Kombes Pol Hendra Rochmawan.