Kasus Kebakaran Makassar Tembus 141 Selama 2026, Permukiman Padat di Tallo Hangus Dilalap Api
Ansar July 31, 2026 12:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/7/2026) dini hari.

Kebakaran ini menjadi kasus ke 141 selama Juli 2026.

Sedikitnya 56 rumah hangus terbakar dan 307 warga terpaksa mengungsi setelah api mengamuk selama lebih dari tiga jam.

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.26 Wita.

Sepuluh menit kemudian, tepat pukul 01.36 Wita, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah.

Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain karena sebagian besar rumah di lokasi merupakan bangunan semi permanen berbahan kayu yang berdempetan.

Kondisi angin yang bertiup cukup kencang turut mempercepat penyebaran api.

Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadly Wellang, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh setelah menerima laporan dari warga.

"Ada laporan masuk, kami langsung mengerahkan 30 armada dengan sekitar 80 personel ke lokasi," kata Fadly.

Selain 30 unit mobil pemadam, Damkarmat juga mengerahkan satu unit rescue dan 10 personel penyelamatan untuk membantu proses evakuasi warga.

Menurut Fadly, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam serta material bangunan yang didominasi kayu.

"Kendalanya akses jalan menuju lokasi sempit, kawasan padat penduduk, ditambah angin bertiup cukup kencang sehingga api cepat merambat," ujarnya.

Api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 04.10 Wita dan dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 04.39 Wita setelah petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.

Hanguskan Dua RT

Kapolsek Tallo, Kompol Asfada, mengatakan kebakaran melanda dua rukun tetangga (RT) yang berdampingan.

Di RT 04 tercatat sebanyak 21 rumah terbakar, sedangkan di RT 05 sebanyak 35 rumah. Dengan demikian, total rumah yang terdampak mencapai 56 unit.

"Iya, kejadian kebakaran terjadi di dua RT, yakni RT 04 sebanyak 21 rumah dan RT 05 sebanyak 35 rumah. Total ada 56 rumah terdampak," katanya.

Kebakaran juga menyebabkan sebanyak 79 kepala keluarga (KK) atau 307 jiwa kehilangan tempat tinggal sementara.

Rinciannya, RT 04 dihuni 26 KK dengan 105 jiwa, sedangkan RT 05 sebanyak 52 KK dengan 202 jiwa.

Saat api membesar, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil membantu pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Ketua RW setempat, Farida, berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Yang terbakar ini rumah-rumah di pinggir laut. Harapan kami semoga secepatnya ada bantuan logistik," ujarnya.

Ia mengatakan sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan rumah panggung, kios, dan warung yang saling berdempetan sehingga api sulit dikendalikan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki Tim Identifikasi (Inafis) Polrestabes Makassar.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Penyebab kebakaran masih dalam tahap olah tempat kejadian perkara," kata Asfada.

Kawasan Padat Penduduk

Kelurahan Tallo merupakan salah satu kawasan pesisir di Kecamatan Tallo,  dikenal sebagai permukiman padat penduduk di Kota Makassar.

Berdasarkan Kecamatan Tallo Dalam Angka diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Kecamatan Tallo memiliki luas sekitar 8,75 kilometer persegi.

Jumlah penduduk lebih dari 140 ribu jiwa.

Tallo menjadi salah satu kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Makassar.

Sementara itu, Kelurahan Tallo dihuni sekitar belasan ribu penduduk yang tersebar di kawasan permukiman pesisir dan bantaran pantai.

Kepadatan bangunan serta dominasi rumah semi permanen membuat kawasan tersebut memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran kebakaran apabila terjadi percikan api. 

Jumlah kasus kebkaran bertambah

Kasus kebakaran di Tallo menambah jumlah kebkaran di Makassar selama Juli.

Sebelumnya, Data Damkarmat Kota Makassar menunjukkan, hingga akhir Juli 2026 tercatat 140 kejadian kebakaran di Kota Makassar. 

Namun setelah kejadian, angka itu bertambah.

Angka tersebut merupakan akumulasi kejadian selama tujuh bulan pertama tahun ini.

Kasus iperkirakan masih akan bertambah mengingat puncak musim kemarau belum berakhir.

Pada Januari, petugas menangani 17 kejadian kebakaran. 

Peristiwa tersebut menghanguskan area seluas 1.035 meter persegi dengan total kerugian mencapai Rp926 juta.

Mayoritas kebakaran dipicu faktor lain-lain, sedangkan objek yang paling banyak terbakar adalah rumah tinggal.

Memasuki Februari, jumlah kejadian turun menjadi 12 kasus. 

Namun luas area yang terbakar justru meningkat menjadi 1.836 meter persegi, tertinggi pada semester pertama. 

Nilai kerugian juga mencapai Rp982,3 juta, menunjukkan bahwa meski jumlah kejadian lebih sedikit, dampak yang ditimbulkan relatif besar.

Pada Maret, jumlah kebakaran kembali menurun menjadi 10 kejadian.

Luas area yang terdampak sekitar 753 meter persegi dengan estimasi kerugian Rp513 juta, menjadi bulan dengan kerugian paling rendah sepanjang tahun berjalan.

Tren kembali meningkat pada April.

Damkarmat mencatat 18 kejadian kebakaran dengan luas area terbakar mencapai 1.087 meter persegi. 

Total kerugian akibat berbagai peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp935 juta.

Memasuki Mei, terjadi 15 kejadian kebakaran. 

Meski jumlah kasus sedikit lebih rendah dibanding April, luas area terdampak mencapai 1.150 meter persegi dengan kerugian sekitar Rp846 jta.

Lonjakan signifikan mulai terlihat pada Juni. Dalam satu bulan, Damkarmat menangani 31 kejadian kebakaran, hampir dua kali lipat dibanding Mei. 

Total area yang terbakar mencapai 1.842 meter persegi, sementara kerugian material menyentuh Rp1,672 miliar, menjadi yang tertinggi sepanjang 2026.

Peningkatan kembali terjadi pada Juli.

Hingga data terakhir, terdapat 37 kejadian kebakaran, menjadikan Juli sebagai bulan dengan jumlah kebakaran terbanyak sepanjang tahun ini. 

Meski luas area terbakar tercatat 1.042 meter persegi, lebih kecil dibanding Juni, kerugian tetap mencapai sekitar Rp1,02 miliar.

Jika diakumulasi, luas area yang terdampak kebakaran selama Januari hingga Juli mencapai 8.745 meter persegi. 

Sementara total kerugian ekonomi akibat berbagai peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp6,894 miliar.

Berdasarkan penyebabnya, faktor lain-lain masih mendominasi dengan 82 kejadian. 

Kategori ini mencakup penyebab yang belum dapat dipastikan maupun berbagai faktor nonteknis lainnya yang ditemukan saat proses investigasi.

Penyebab terbesar berikutnya berasal dari kebakaran sampah dan alang-alang sebanyak 33 kejadian. 

Sementara itu, korsleting listrik menjadi penyebab 24 kejadian kebakaran. 

Selain itu, penggunaan tabung gas dan kompor menjadi penyebab 14 kejadian kebakaran. Sepanjang tahun ini tidak ditemukan kebakaran yang dipicu lilin maupun obat nyamuk.

Dilihat dari objek yang terbakar, rumah tinggal masih menjadi lokasi yang paling sering terdampak dengan 96 kejadian.

Artinya, sebagian besar kebakaran di Makassar masih terjadi di lingkungan pemukiman warga.

Selain rumah tinggal, Damkarmat juga mencatat 69 kejadian pada objek berupa sampah, alang-alang maupun lahan kosong. 

Tingginya angka tersebut memperlihatkan kebakaran vegetasi menjadi tantangan tersendiri selama musim kemarau.

Objek lain yang ikut terdampak adalah kantor dan sekolah sebanyak 27 kejadian, toko atau cafe sebanyak 12 kejadian, kendaraan enam kejadian, serta dua kejadian pada kawasan industri atau perusahaan.

Dari sisi keselamatan jiwa, kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026 mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam orang mengalami luka-luka. 

Data tersebut menunjukkan, selain kerugian materi, kebakaran juga masih menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan masyarakat.

Jika dibandingkan dengan data tahunan, jumlah kebakaran di Makassar sempat mencapai 138 kejadian pada 2021, meningkat menjadi 151 kejadian pada 2022, kemudian melonjak tajam menjadi 395 kejadian pada 2023.

Setelah itu, jumlah kejadian mulai mengalami penurunan menjadi 303 kasus pada 2024 dan 258 kasus pada 2025. 

Sementara hingga Juli 2026 telah tercatat 140 kejadian, atau lebih dari separuh total kejadian sepanjang tahun lalu.

Berikut peristiwa kebakaran Kota Makassar Tahun 2026: 

​1. JANUARI

​Jumlah Peristiwa: 17

​Sebab Kebakaran:

Listrik: 3

Tabung gas/kompor: 3

​DLL / Lain-lain: 11

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 16

​Toko / Cafe: 4

​Sampah / Alang-alang / DLL: 15

​Luas Areal: 1.035 m⊃2;

​Kerugian: Rp926.000.000

​2. FEBRUARI

​Jumlah Peristiwa: 12

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 1

​Tabung Gas / Kompor: 4

​Sampah / Alang-alang: 2

​DLL / Lain-lain: 7

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 18

​Toko / Cafe: 2

​Luas Areal: 1.836 m⊃2;

​Kerugian: Rp982.300.000

​3. MARET

​Jumlah Peristiwa: 10

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 1

​Sampah / Alang-alang: 3

​DLL / Lain-lain: 11

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 3

​Kendaraan: 2

​Kantor / Sekolah: 3

​Luas Areal: 753 m⊃2;

​Kerugian: Rp513.000.000

​4. APRIL

​Jumlah Peristiwa: 18

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 2

​Tabung Gas / Kompor: 1

​Sampah / Alang-alang: 2

​DLL / Lain-lain: 14

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 7

​Toko / Cafe: 2

​Luas Areal: 1.087 m⊃2;

​Kerugian: Rp935.000.000

​5. MEI

​Jumlah Peristiwa: 15

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 6

​Sampah / Alang-alang: 1

​DLL / Lain-lain: 7

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 7

​Kantor / Sekolah: 8

​Sampah / Alang-alang / DLL: 4

​Luas Areal: 1.150 m⊃2;

​Kerugian: Rp846.000.000

​6. JUNI

​Jumlah Peristiwa: 31

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 6

​Tabung Gas / Kompor: 2

​Sampah / Alang-alang: 3

​DLL / Lain-lain: 20

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 20

​Toko / Cafe: 3

​Kantor / Sekolah: 8

​Sampah / Alang-alang / DLL: 12

​Luas Areal: 1.842 m⊃2;

​Kerugian: Rp1.672.000.000

​7. JULI

​Jumlah Peristiwa: 37

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 5

​Sampah / Alang-alang: 24

​DLL / Lain-lain: 20

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 17

​Toko / Cafe: 1

​Sampah / Alang-alang / DLL: 35

​Luas Areal: 1.042 m⊃2;

​Kerugian: Rp1.020.000.000

Kebakaran di Makassar 2026

​Total Peristiwa: 141

​Sebab Kebakaran:

​Listrik: 24

​Tabung Gas / Kompor: 14

​Lilin / Obat Nyamuk: 0

​Sampah / Alang-alang: 33

​DLL / Lain-lain: 83

​Obyek Kebakaran:

​Rumah Tinggal: 96

​Toko / Cafe: 12

​Industri / Perusahaan: 2

​Kendaraan: 6

​Kantor / Sekolah: 27

​Sampah / Alang-alang / DLL: 69

​Korban Jiwa:

​Meninggal: 3 orang

​Luka-luka: 6 orang

​Total Luas Areal: 8.745 m⊃2;

​Total Kerugian: Miliaran

Perbandingan

​Tahun 2021: 138 kejadian

​Tahun 2022: 151 kejadian

​Tahun 2023: 395 kejadian

​Tahun 2024: 303 kejadian

​Tahun 2025: 258 kejadian

​Tahun 2026 (27 Juli): 141 kejadian. 

Beda data

Ketua RW setempat, Farida mengatakan, jumlah rumah terbakar 80 unit.

"Sekitaran ada 80 rumah yang terbakar. Itu dua RT data sementara," ujar Farida.

 Namun, data berbeda disampaikan Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Fadli Wellang.

"Data sementara 50 atap dari RW setempat, (tapi) bisa dicek kembali," kata Fadli Wellang.

Mayoritas rumah terbakar adalah rumah semi permanen atau rumah kayu.

"Rumah yang terbakar kebanyakan rumah panggung ada juga kios-kios, warung-warung," kata Farida.

Guna memadamkan api, puluhan kendaraan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar dikerahkan ke lokasi.

 Armada damkar tiba pukul 01.36 Wita atau 10 menit setelah menerima laporan kebakaran.

Butuh waktu 2 jam bagi petugas damkar dan warga memadamkan kobaran api.

Kondisi rumah yang didominasi material kayu dan hembusan angin kenceng, kata Fadli membuat kobaran api cepat membesar.

"Rumah semi permanen, kayu ditambah angin cukup kencang," katanya.

Seluruh kendaraan pemadam baru bisa meninggalkan lokasi pada pukul 04.39 Wita.

Kabid Ops Damkarmat Makassar, Cakrawala dalam laporannya mengatakan, 30 armada damkar dikerahkan ke lokasi kebakaran.

"Jumlah personel 80 orang pemadam dari Posko Ujung Tanah dan Makodamkar," ujarnya.

Sebanyak 90 kepala keluarga terdampak kebakaran.

Farida pun berharap, pemerintah segera memberikan bantuan.

"Harapannya semoga ada secepatnya bantuan logistik," katanya berharap.

Kata Farida, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.