TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Bagi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Heru Veri Nurcahya, reses bukan sekadar agenda menyerap aspirasi masyarakat.
Lebih dari itu, forum itu menjadi bentuk pertanggungjawaban untuk memastikan usulan warga benar-benar dikawal hingga terealisasi.
Hal itu disampaikan Abah Heru, sapaan akrab Heru Veri Nurcahya, saat menggelar reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Kopi Telu, Kecamatan Pandaan, Kamis (30/7/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan itu lebih dulu menyampaikan sejumlah hasil perjuangan aspirasi masyarakat dari reses tahun sebelumnya yang telah terealisasi.
Beberapa diantaranya pembangunan Penyediaan Air Bersih (PPAB), Jalan Usaha Tani (JUT), Penerangan Jalan Umum (PJU), pembangunan jalan, hingga pembangunan plengsengan.
Baca juga: Kecelakaan Motor Tabrak Truk Tangki di Jalan Depan Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan
Menurut Abah Heru, penyampaian hasil tersebut penting agar masyarakat mengetahui bahwa aspirasi yang disampaikan melalui forum resmi DPRD memiliki proses dan tindak lanjut yang jelas.
“Saya ingin menjelaskan kepada masyarakat, pengajuan usulan itu disampaikan melalui forum reses seperti ini. Sampaikan apa yang terjadi dan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, usulan yang muncul dalam reses akan menjadi bahan pokok pikiran DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan pembangunan daerah.
“Usulan itu bukan asal sulap. Ini dari hasil reses, dari kebutuhan masyarakat yang kami dengarkan langsung, dan diperjuangkan,” katanya.
Dalam reses kali ini, puluhan warga yang menjadi konstituen Abah Heru kembali menyampaikan berbagai aspirasi.
Baca juga: Truk Tersangkut dan Terguling di Viaduk Gempol Pasuruan, Lalu Lintas Sempat Macet
Diantaranya pembangunan sumur bor, pelatihan pertanian untuk meningkatkan kemampuan petani, serta bantuan kamera pengawas (CCTV) guna meningkatkan keamanan lingkungan.
Ia menyatakan siap memperjuangkan seluruh usulan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
Untuk kebutuhan CCTV, ia bahkan menyanggupi membantu menggunakan dana pribadinya.
“Kalau untuk CCTV akan saya bantu secara pribadi. Sedangkan usulan seperti sumur bor dan program lainnya akan kami perjuangkan melalui jalur DPRD,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka mendengar kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, setiap aspirasi yang diperjuangkan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai upaya menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga.
“Yang kami perjuangkan adalah kebutuhan masyarakat. Harapannya apa yang menjadi usulan warga bisa memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi lingkungan,” ujarnya.
Melalui reses tersebut, ia berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat terus terjaga.
Dengan begitu, pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dapat lebih sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan