SERAMBINEWS.COM - Kepergian Sumarna (42), petugas keamanan atau Satpam Waduk Jatiluhur yang diduga menjadi korban pembunuhan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Di mata sahabat sesama satpam, Sumarna dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan humoris. Kisah tersebut diungkapkan saat Putra Siregar mengunjungi rekan kerja almarhum sekaligus memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Nama Sumarna kembali menjadi perhatian publik setelah kasus kematiannya di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyita perhatian masyarakat.
Di balik peristiwa tragis yang menimpanya, Sumarna ternyata dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan di lingkungan kerjanya.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang rekan kerja saat berbincang dengan Putra Siregar dalam video yang diunggah melalui akun Instagram miliknya.
Ketika ditanya mengenai sosok almarhum, rekan kerja Sumarno menyebut pria tersebut merupakan pribadi yang baik dan tidak pernah bersikap sombong.
Baca juga: Viral Siswa Seberangi Sungai ke Sekolah, Pemerintah Aceh Desak BNPB segera Bangun Jembatan
"Ya sosok Pak Sumarna almarhum baik, enggak sombong orangnya. Kita kenal Pak Sumarno sudah lumayan lama. Taunya ya di pos. Sebelum apel, setelah lepas apel ya sudah kerja masing-masing," ujarnya.
Tak hanya dikenal baik, Sumarna juga disebut memiliki selera humor yang membuat suasana kerja menjadi lebih akrab.
"Sering bercanda. Figur yang humoris juga, enggak kaku, bersahabat, ramah," lanjutnya.
Mendengar cerita tersebut, Putra Siregar mengaku turut berduka atas kepergian Sumarno.
Ia kemudian memberikan semangat kepada para petugas keamanan yang masih bertugas agar tetap menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Menurut Putra, peristiwa yang menimpa Sumarna diharapkan tidak membuat rekan-rekannya kehilangan semangat ataupun dihantui rasa trauma saat bekerja.
Baca juga: Nevirizal Ungkap Alasan Ajukan Pengunduran Diri usai Konten Anak Viral, Singgung Nama Baik Institusi
"Semoga Bapak-bapak semuanya tetap amanah. Dengan kejadian ini tidak membuat jadi trauma. Selalu jaga ibadahnya, karena sebaik-baiknya pertolongan dan pelindung adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala," kata Putra.
Ia juga mengajak semua pihak mendoakan almarhum yang meninggal saat sedang mencari nafkah.
"Kita doakan Pak Sumarna. Beliau sedang mencari nafkah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya," ucapnya.
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Putra Siregar juga menyerahkan bantuan kepada keluarga dan rekan kerja almarhum.
Dalam video lain yang diunggahnya, ia terlihat memberikan uang santunan, telepon genggam serta bantuan biaya pendidikan untuk keluarga yang ditinggalkan.
Sementara kepada rekan-rekan almarhum, ia membagikan sejumlah uang.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap keluarga Sumarna yang kini tengah berduka.
Sebagai informasi, Sumarna merupakan petugas keamanan yang bertugas di objek vital nasional Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Pria berusia sekitar 43 tahun itu sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan tugas piket malam.
Jasadnya kemudian ditemukan mengapung dengan kondisi tangan diborgol di perairan Waduk Jatiluhur pada 24 Juli 2026.
Kasus tersebut menghebohkan publik setelah aparat kepolisian mengungkap bahwa Sumarna diduga menjadi korban pembunuhan. Penanganan kasus tersebut masih terus berlanjut.
Sleain Putra Siregar, selebgram dan figur publik Vilmei juga datang memberikan santunan kepada keluarga almarhum Sumarno.
Konten kreator Vilmei juga menunjukkan kepeduliannya dengan mendatangi langsung rumah duka Sumarno untuk bertemu keluarga almarhum.
Dalam kunjungannya, Vilmei membawa sejumlah bantuan berupa uang santunan, sebuah tablet, serta boneka berukuran besar untuk anak almarhum, syakila.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati sekaligus dukungan agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi cobaan.
Momen penyerahan bantuan itu dibagikan melalui media sosial dan menuai banyak apresiasi dari warganet.
Banyak yang memuji kepedulian Vilmei karena datang langsung ke rumah duka, bukan hanya menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.
Kehadiran Vilmei menambah daftar figur publik yang memberikan perhatian kepada keluarga Sumarno.
Sebelumnya, Putra Siregar juga telah lebih dulu memberikan santunan, telepon genggam, serta bantuan biaya pendidikan bagi keluarga almarhum.
Dengan mengalirnya bantuan dari sejumlah figur publik, diharapkan beban keluarga Sumarno yang ditinggalkan dapat sedikit berkurang di tengah duka yang masih mereka rasakan.
Dikutip dari Kompas, terbaru, ahli waris Sumarna menerima santunan dan manfaat jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 418.133.773, termasuk beasiswa pendidikan bagi dua anak almarhum.
Santunan tersebut diserahkan langsung kepada istri korban, Siti Maryam, sebagai ahli waris pada Kamis (30/7/2026).
Selain santunan, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa pendidikan bagi dua anak almarhum sebagai bagian dari manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya mengatakan, seluruh manfaat yang diberikan merupakan hak ahli waris sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"BPJS Ketenagakerjaan memberikan hak ahli waris berupa santunan kurang lebih Rp 418 juta. Jadi, ini merupakan hak dari perlindungan jaminan sosial yang diberikan secara langsung dan tunai," kata Trisna di rumah duka, Kamis (30/7/2026).
Beasiswa Pendidikan
Trisna menjelaskan, selain santunan kematian, kedua anak almarhum juga memperoleh manfaat beasiswa pendidikan sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan.
Saat ini, anak sulung Sumarna masih menempuh pendidikan di kelas XII SMK, sedangkan anak keduanya duduk di bangku kelas IV sekolah dasar.
Adapun manfaat yang diterima ahli waris meliputi santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal sebesar Rp 264.537.088, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 10.685.285, manfaat Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 411.400 per bulan, serta beasiswa bagi dua anak dengan nilai maksimal Rp 142.500.000.
Menurut dia, manfaat BPJS Ketenagakerjaan menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap pekerja dan keluarga yang ditinggalkan.
"Pada hari ini sudah dilaksanakan pemberian manfaat BPJS sebesar Rp 418 juta dan diterima keluarga. Itu suatu hal yang sangat kami hargai," ujar Binzein.
Kepolisian Terus Dalami Kasus
Di sisi lain, Binzein memastikan Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus mendukung proses penyelidikan kasus kematian Sumarna yang hingga kini masih dilakukan oleh kepolisian.
Menurut dia, Polres Purwakarta masih bekerja mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian petugas keamanan tersebut.
"Kita tahu bahwa Kapolres Purwakarta sedang berusaha keras melakukan pendalaman dan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama semuanya bisa terungkap," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta Wira J. Sirait mengatakan, penyaluran santunan tersebut merupakan amanah yang menjadi hak ahli waris peserta.
"Kami menyampaikan amanah yang sudah menjadi hak ahli waris almarhum. Mudah-mudahan dapat meringankan beban keluarga almarhum dan memberikan manfaat," kata Wira.
Ia menambahkan, program BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja beserta keluarganya ketika menghadapi risiko kerja.
Diketahui, Sumarna merupakan petugas keamanan Perum Jasa Tirta II yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026).
Hingga kini, Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
(Serambinews.com/Firdha)