SURYA.co.id, SITUBONDO – Harga sejumlah jenis ikan laut di Kabupaten Situbondo melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.
Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang membuat banyak nelayan memilih tidak melaut, sehingga pasokan ikan di pasaran berkurang drastis.
Kondisi tersebut menyebabkan harga ikan, terutama tongkol, naik hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal.
Salah seorang nelayan asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Norhanafi, mengatakan sebagian besar nelayan sudah sekitar lima hari terakhir menghentikan aktivitas melaut.
Baca juga: Nelayan Situbondo Hilang Saat Melaut Ditemukan Selamat di Giliyang Sumenep
Selain cuaca yang kurang bersahabat, nelayan juga memasuki musim teraan atau fase cahaya bulan yang biasanya memengaruhi hasil tangkapan ikan.
"Ya tidak melaut, karena cuacanya kurang baik dan angin kencang. Sehingga harga ikan naik," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Akibat minimnya pasokan, harga ikan tongkol yang sebelumnya berkisar Rp25 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Tak hanya tongkol, harga ikan kawan juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Harga Bawal Laut Ikut Melambung
Kenaikan harga juga terjadi pada ikan bawal laut.
Menurut Norhanafi, sebelumnya ikan bawal dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Kini harganya mencapai Rp50 ribu per kilogram seiring menurunnya hasil tangkapan nelayan.
"Sebelumnya ikan bawal laut itu harga jualnya Rp30 ribu, tapi sekarang menjadi Rp50 ribu," jelasnya.
Selama tidak melaut, para nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perlengkapan menangkap ikan.
Salah seorang nelayan kapal selerek, Tiot, mengaku fokus memperbaiki jaring yang rusak agar siap digunakan kembali saat kondisi cuaca membaik.
"Kalau tidak diperbaiki, jaringnya akan semakin rusak dan tidak bisa digunakan," katanya.
Menurut Tiot, aktivitas melaut diperkirakan kembali dilakukan dalam tiga hari ke depan apabila kondisi cuaca di perairan Situbondo mulai bersahabat.
"Ya sejak tanggal 10 Jawa nelayan tidak melaut dan mungkin tiga hari lagi mulai melaut lagi," ujarnya.
Minimnya hasil tangkapan akibat cuaca buruk dan musim teraan membuat pasokan ikan di pasar menyusut, sehingga berdampak langsung pada lonjakan harga berbagai jenis ikan yang dijual kepada masyarakat.