TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terkuak kepemilikan borgol yang terpasang di tangan jasad satpam bernama Sumarna.
Borgol tersebut dipasang di tangan satpam yang ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat (24/7/2026).
Diungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan, borgol tersebut bukanlah milik Sumarna melainkan milik terduga pelaku pembunuhan.
Diwartakan sebelumnya, kasus tewasnya Sumarna, satpam berusia 42 tahun tersebut dikaitkan dengan dugaan pembunuhan.
Pasalnya ditemukan sejumlah luka lebam yang mengarah pada tindakan dugaan penganiayaan kepada Sumarna sebelum meninggal dunia.
Dari hasil autopsi korban, Sumarna disinyalir dibunuh saat masih berada di darat.
Artinya saat ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur dan tangannya diborgol, Sumarna diduga sudah tewas.
"Fakta disampaikan oleh hasil autopsi RS Sartika Asih, nampak dari jenazah memang ada memar otot di bagian belakang leher sampai leher kiri dan kanan, luka memar di bibir dan hidung korban, tenggorokan korban tidak ditemukan benda seperti lumpur dan pasir, kematiannya itu disebabkan sebelum yang bersangkutan tenggelam kondisinya masih hidup," ungkap Kombes Pol Hendra Rochmawan, dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube metrotv news, Jumat (31/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penyidik menyebut bahwa terduga pelaku pembunuhan Sumarna lebih dari satu orang.
"Dari beberapa penelusuran kita, pelakunya tidak hanya satu. Kita duga seperti itu," imbuh Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Lebih lanjut, polisi menguak sosok pemilik borgol yang terpasang di tangan Sumarna.
Borgol tersebut diduga milik pelaku yang sengaja dipakaikan pada korban.
"Borgol ini masih utuh. Karena perlengkapan satpamnya itu masih utuh. Sehingga kita duga borgol yang digunakan pelaku dalam hal ini yang melakukan pembunuhan ini bukan dari borgol korban, berarti dari pelaku," ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Sebelumnya khalayak sempat mengira borgol tersebut adalah milik Sumarna.
Sebab profesinya sebagai satpam yang kerap membawa borgol sebagai perlengkapan dinas kerja.
Namun belakangan diketahui bahwa borgol milik korban masih utuh berada di seragamnya.
"Kita akan dalami lagi kalau untuk pembunuhan berencana atau tidaknya. Tapi faktanya itu borgol bukan milik dia, karena borgol yang bersangkutan borgol dan kuncinya masih ada di saku celana," kata Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Baca juga: Detik-detik Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, Datang ke Rumah Gelap, 2 Jam Tempuh Perjalanan 3 Km
Perihal hasil penyelidikan, Kombes Pol Hendra Rochmawan juga menguai fakta baru yang ditemukan penyidik.
Dari hasil pemeriksaan ponsel korban dan juga rekaman CCTV, terungkap jejak keberadaan Sumarna sebelum tewas.
Berdasarkan jejak tersebut, terungkap bahwa Sumarna sempat meninggalkan pos jaga di Waduk Jatiluhur selama lima jam.
Berikut adalah jejak keberadaan Sumarna sebelum dibunuh:
Hari Kamis, 23 Juli 2026, sore hari: Korban menuju ke lokasi luar pos
Pukul 17.00 - 19.20 Wib: Korban pulang ke rumah dan istirahat dan tidur
Pukul 20.00 Wib: Korban berangkat kerja diantar istri
Pukul 21.00 Wib: Korban keluar dari pos
Pukul 23.00 Wib: Istri dan anak mendatangi pos, korban belum pulang
Pukul 23.30 Wib: Anggota Linmas mendatangi pos, korban belum pulang
Pukul 02.00 Wib: Korban kembali ke pos
Pukul 02.00 - 05.00 Wib: Diduga peristiwa pembunuhan terjadi
Lima jam sempat pergi meninggalkan pos, keberadaan Sumarna terungkap.
Ternyata Sumarna sempat pergi ke tempat yang lokasinya cukup jauh dari pos jaga.
"(Korban) dari lokasi yang cukup jauh kurang lebih 3,2 km, dari sana kemudian kembali ke situ (ke pos)," kata Kombes Pol Hendra Rochmawan.