TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap sudah perjalanan Sumarna, satpam di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, sebelum ditemukan tewas terborgol. Rupanya ia sempat pergi jauh dari pos.
Jejak digital menjadi titik terang misteri satpam tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Polisi telah menemukan rangkaian perjalanan Sumarna, sebelum hilang kabar dan ditemukan tak bernyawa.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menerangkan bahwa kasus satpam tewas terborgol tidak ada kaitan dengan motif perampokan.
"Barang milik korban termasuk handphone, dompet, perlengkapan dari security termasuk borgol yang ada di badannya ini masih utuh. Termasuk kendaraan motornya juga masih utuh. Jadi hipotesa pertama di sini adalah kaitannya tidak terkait dengan masalah perampokan, maupun juga pengambilan barang berharga dia," katanya di Youtube Metro TV.
Ia mengatakan bahwa borgol yang dipakai mengikat tangan korban, diduga kuat merupakan milik pelaku.
"Salah satu fakta tadi dikatakan borgol ini masih utuh karena perlengkapan satpamnya ini masih utuh. Sehingga kita duga bahwa borgol yang digunakan pelaku ini bukan dari borgol dari kiorban, berarti dari pelaku ini," katanya.
Selain itu, dugaan lain yakni jumlah pelaku.
Kata Hendra, penyidik menduga bahwa pelaku tidak beraksi sendiri.
"Kita juga dari penelusuran kita di sini pelakunya tidak hanya satu, kita duga seperti itu," katanya.
Kini setelah gelar perkara, polisi menemukan jejak Sumarna sebelum tewas.
"Lokasi ketika si korban ini dari tempat pos ke TKP (tempat kejadian perkara) ada anomali bahwa yang bersangkutan tidak langsung menjurus ke lokasi tempat dia tenggelam, tapi dia melewati perumahan-perumahan, dimana di situ tempatnya gelap kemudian tidak ada penerangan lampu dan memasuki di antara rumah-rumah ini," katanya.
Polisi juga mendalami interaksi Sumarna dengan sejumlah pihak.
Baca juga: Bocoran Pelaku Kasus Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, Bukan Merampok, Sama-sama Punya Borgol
Diketahui bahwa kasus satpam tewas terborgol dikaitkan dengan tindakan Sumarna menegur pelaku vandalisme di sekitar waduk.
"Ada beberapa interaksi yang kita dalami terus, interaksi beberapa kelompok dan sebagai kita duga menuju apakah permasalahan dari sini," katanya.
Polisi pun menelusuri jejak sinyal handphone Sumarna sebelum tewas.
"Dari handphone ini kami bisa mendeteksi beberapa kejadian dan mobilisasi korban," katanya.
Menurutnya berdasarkan jejak sinyal handphone, Sumarna sudah ke pos satpam pada Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Terjawab Pemilik Borgol yang Jerat Tangan Satpam Sumarna, Polisi: Borgol Milik Korban Masih Utuh
"Sejak tanggal 23 sore itu yang bersangkutan menuju ke lokasi luar dari pos," katanya.
Berikut jejak sinyal handphone Sumarna :
"Kembalinya pukul 02.00 WIB dini hari dari lokasi yang cukup jauh kurang lebih 3,2 kilometer yang bersangkutan dari sana kemudian kembali ke situ," katanya.
"Handphone tidak aktif sekira pukul 02 lebih. Di sini lah kita duga bahwa kejadian itu kurang lebih sekitar itu sampai pukul 05.00," kata Hendra.
Seharian itu, Sumarna tidak menggunakan kuota internet di handphone.
Ia justru memakai WiFi.
"Dalam penggunaan handphone hampir sama sekali tidak menggunakan kuota tapi menggunakan WiFi di sekitar lokasi dimana dia bekerja," katanya.
Sampai akhirnya satpam ditemukan tewas terborgol di Waduk Jatiluhur.
"Ada memar otot di bagian belakang leher, kiri dan kanan. Memar di bibir dan hidung korban. Tenggorokan tidak ditemukan lumpur dan pasir," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t