Liputan6.com, Jakarta - Akting luar biasa yang ditampilkan para pemain Teater Koma dalam Rumah Sakit Jiwa tentunya melewati proses latihan yang serius. Demi menguasai sifat karakter dan membangun akting yang apik, para pemain melakukan riset secara mendalam. Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu (29/7/2026), salah satu yang dilakukan para aktor adalah mengunjungi dan mengobservasi rumah sakit jiwa yang asli.
Langkah ini ditempuh guna menghadiri lokasi nyata dan berinteraksi langsung dengan orang-orang yang memiliki kesamaan profesi dan situasi dengan karakter yang dipentaskan. Selain itu, para pemain berguru secara langsung dengan psikolog klinis dan psikiater supaya dapat mendalami karakter yang menguasai pengetahuan tentang kesehatan mental.
Hal ini sejalan dengan ciri khas cerita Teater Koma memang mengisahkan berbagai isu yang terjadi di lingkungan masyarakat. Sesuai dengan makna lakon ini yang berbicara tentang kemanusiaan, kekuasaan, dan harapan untuk berubah.
hal ini sebelumnya juga pernah diungkap oleh Ratna Riantiarno, pendiri Teater Koma, produser, sekaligus pemeran Ibu dr. Rogusta dalam lakon ini, di konferensi pers Rumah Sakit Jiwa awal Juli lalu.
“Kita memang melakukan riset yang sama, yaitu dengan mendatangi banyak rumah sakit jiwa. Saya awalnya tidak mau riset lagi, tapi saya mendengar betapa berbedanya pengelolaan rumah sakit jiwa yang dulu dan sekarang. Jadi, saya pikir rumah sakit-rumah sakit jiwa itu perlu ditengok,” ujarnya dalam kesempatan itu.

Selain mendalami karakter dengan berguru langsung ke orang-orang yang memiliki kesamaan dengan tokoh. Unsur tata busana pun memiliki cerita yang penuh daya upaya.
Dalam merancang kostum tokoh-tokoh lakon Rumah Sakit Jiwa, Samuel Wattinema dan Rima Ananda selaku perancang busana juga memikirkan kondisi kejiwaan, kompleksitas psikologis, dan perjalanan karakter sebagai aspek untuk mempresentasikan suatu karakter.

Pementasan Lakon Rumah Sakit Jiwa akan berlangsung dalam kurun waktu 4 hari yakni dari tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pertunjukannya akan diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat setiap malam pukul 19.30 WIB. Namun terdapat tambahan di tanggal 1 dan 2 Agustus 2026 dimana lakon ini juga dipentaskan pada pukul 13.30 WIB.
Dipentaskannya kembali lakon Rumah Sakit Jiwa ini juga melanjutkan visi dari N. Riantiarno yang yakin bahwa teater bisa menjadi jembatan menuju keseimbangan dan kebahagian yang manusiawi. Dan dengan kritik yang terkandung didalamnya, lakon ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk menemukan kembali akal sehat dan hati nurani dalam kehidupan.
Rumah Sakit Jiwa berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut.
Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam. Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’.