Doa Terhindar dari Tajassus, Sibuk Mencari Aib dan Kesalahan Orang Lain
Whiesa Daniswara July 31, 2026 01:34 PM

TRIBUNNEWS.COM - Setiap muslim dianjurkan untuk menjaga hati, lisan, dan perilakunya agar tidak menyakiti orang lain.

Salah satu akhlak tercela yang harus dihindari adalah tajassus, yaitu kebiasaan mencari-cari kesalahan, aib, atau rahasia orang lain tanpa alasan yang dibenarkan.

Dalam Islam, perbuatan ini dilarang karena dapat merusak kehormatan sesama muslim, menumbuhkan prasangka buruk, serta memicu permusuhan.

Allah SWT secara tegas melarang tajassus dalam firman-Nya, "Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..." (QS. Al-Hujurat: 12).

Selain menjauhi perbuatan tersebut, seorang muslim juga dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari sifat tajassus, ghibah, dusta, dan berbagai akhlak buruk lainnya.

Meskipun tidak ada doa khusus yang secara langsung diajarkan dalam Al-Qur'an maupun hadis untuk menghindari tajassus, para ulama meriwayatkan doa baik yang berisi permohonan agar Allah menjaga hati dan lisan dari kebiasaan tercela tersebut.

Doa Terhindar dari Tajassus

 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُعْصِمُنُنَا بِهَا يَا اللَّهُ مِنَ الْغِيبَةِ وَالتَّجَسُّسِ وَالْكَذِبِ وَاللَّهْوِ

Allāhumma shalli wa sallim ‘alā sayyidinā wa nabiyyinā wa maulānā muhammadin wa ‘alā āli sayyidinā muhammadin shalatan tu‘shimunanā bihā yā Allāhu minal ghíbati wattajassusi wal kadzibi wal lahwi.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat dan keselamatan kepada pemimpin, nabi, dan tuan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarganya, dengan rahmat yang dengannya Engkau lindungi kami—wahai Allah—dari perbuatan ghibah, mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), dusta, dan perbuatan sia-sia."

Baca juga: Doa agar Dijauhkan dari Ghurur, Tertipu Diri Sendiri hingga Lalai Kepada Allah

Bahaya Tajassus dalam Islam

Tajassus adalah perbuatan mencari-cari kesalahan, aib, atau rahasia orang lain tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Allah SWT secara tegas melarang perilaku ini dalam firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassasū)..." (QS. Al-Hujurat: 12)

Berikut beberapa bahaya tajassus menurut ajaran Islam.

1. Mendatangkan dosa karena melanggar larangan Allah SWT

Tajassus merupakan perbuatan yang dilarang secara tegas dalam Al-Quran.

Mencari-cari aib orang lain berarti melanggar batas privasi yang telah Allah tetapkan.

Karena itu, siapa pun yang sengaja melakukannya berpotensi mendapatkan dosa.

2. Memicu ghibah, fitnah, dan penyebaran aib

Orang yang mengetahui keburukan orang lain sering kali terdorong untuk menceritakannya kepada orang lain.

Akibatnya, tajassus menjadi pintu masuk munculnya ghibah, fitnah, hingga penyebaran aib yang dapat merusak kehormatan seseorang.

3. Merusak persaudaraan dan kepercayaan

Kebiasaan mengintip kehidupan orang lain menimbulkan rasa curiga, permusuhan, dan hilangnya kepercayaan antarsesama.

Padahal Islam mengajarkan agar kaum muslimin saling menjaga kehormatan dan memperkuat ukhuwah.

4. Menumbuhkan prasangka buruk (su'uzan)

Tajassus biasanya berawal dari prasangka negatif kepada orang lain.

Semakin sering seseorang mencari-cari kesalahan orang lain, semakin kuat pula sifat su'uzan dalam dirinya sehingga sulit melihat sisi baik orang lain.

5. Menghilangkan ketenangan hati

Orang yang gemar mencampuri urusan orang lain akan sibuk memikirkan kehidupan orang lain daripada memperbaiki dirinya sendiri.

Kebiasaan ini dapat memunculkan rasa iri, dengki, dan kegelisahan.

6. Aib pelaku dapat dibuka oleh Allah SWT

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada orang yang gemar mencari-cari aib saudaranya.

"Barang siapa mencari-cari aib seorang muslim, maka Allah akan mencari-cari aibnya. Barang siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun ia berada di dalam rumahnya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa balasan bagi pelaku tajassus bisa berupa terbukanya aib dirinya sendiri di hadapan manusia.

7. Menjadi penyebab rusaknya moral di era digital

Media sosial membuat seseorang sangat mudah mengakses informasi pribadi orang lain.

Jika digunakan untuk mencari dan menyebarkan aib, maka tajassus semakin meluas dan dapat menjadi budaya yang merusak akhlak masyarakat.

Cara Menghindari Tajassus Menurut Islam

Islam tidak hanya melarang tajassus, tetapi juga mengajarkan berbagai cara agar seorang muslim terhindar dari perilaku tersebut.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari sifat tajassus.

1. Menjauhi prasangka buruk (su'uzan)

Tajassus sering diawali oleh prasangka negatif atau berpikir buruk.

Karena itu, seorang muslim dianjurkan membiasakan husnuzan atau berbaik sangka kepada orang lain selama tidak ada bukti yang jelas.

2. Menjaga pandangan dan rasa ingin tahu yang berlebihan

Tidak semua informasi perlu diketahui oleh seseorang.

Seorang muslim hendaknya membatasi rasa penasaran terhadap urusan pribadi orang lain, terutama jika tidak membawa manfaat bagi dirinya maupun orang lain.

3. Menutup aib sesama muslim

Daripada mencari-cari kesalahan orang lain, Islam mengajarkan untuk menutupi aib saudaranya.

Menjaga kehormatan orang lain termasuk akhlak mulia yang dicintai Allah SWT.

4. Melakukan tabayun sebelum mempercayai informasi

Dengan tabayun, seseorang tidak mudah terdorong mencari-cari kesalahan berdasarkan informasi yang belum tentu benar.

5. Menggunakan media sosial secara bijak

Hindari membuka akun, foto, pesan, atau informasi pribadi orang lain hanya untuk mengetahui kelemahannya.

Jangan pula ikut menyebarkan konten yang berisi aib, gosip, atau keburukan seseorang.

6. Menyibukkan diri dengan memperbaiki diri sendiri

Salah satu cara terbaik menghindari tajassus adalah fokus pada introspeksi diri.

Semakin sibuk seseorang memperbaiki ibadah, akhlak, dan amalnya, semakin kecil keinginannya mencampuri urusan orang lain.

7. Menjaga adab meminta izin dan menghormati privasi

Islam mengajarkan untuk meminta izin sebelum memasuki rumah atau wilayah pribadi seseorang.

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya." (QS. An-Nur: 27)

Nilai ini juga berlaku di era digital, seperti tidak membuka pesan, foto, atau data pribadi orang lain tanpa izin.

8. Memohon perlindungan kepada Allah SWT

Selain berusaha menjaga diri, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa agar dijauhkan dari akhlak tercela, termasuk tajassus.

Memohon pertolongan Allah akan membantu hati tetap bersih dari keinginan mencari-cari kesalahan orang lain.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.