Penjelasan Manajemen Soal Kabar Sriwijaya FC Bakal Diakusisi Persiker, Klub Asal Papua
Slamet Teguh July 31, 2026 02:46 PM

 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Angga

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Sriwijaya FC dikabarkan akan diakuisisi oleh klub asal Papua, Persiker, yang gagal promosi ke Liga Nusantara.

Persiker dikabarkan berencana mengakuisisi salah satu klub Liga 3 asal Sumatera.

Tiga klub yang disebut masuk dalam daftar calon akuisisi adalah Sriwijaya FC, Pekanbaru FC, dan Tribrata Rafflesia FC.

Dalam dunia sepak bola, akuisisi merupakan proses pengambilalihan kepemilikan saham atau hak kendali atas sebuah klub.

Proses ini umumnya dilakukan melalui pembelian saham mayoritas, pergantian manajemen, hingga perpindahan domisili klub sebagai bagian dari strategi bisnis atau jalan pintas mengikuti kompetisi pada level tertentu.

Nama Sriwijaya FC mencuat dalam isu tersebut lantaran klub berjuluk Laskar Wong Kito itu masih menghadapi persoalan finansial.

Keterbatasan dukungan sponsor maupun perusahaan di Sumatera Selatan membuat kondisi keuangan klub terus menjadi sorotan.

Bahkan, selama putaran ketiga kompetisi musim 2025/2026, mantan Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengaku sempat menggunakan dana pribadinya untuk memenuhi kebutuhan operasional tim.

Jika akuisisi benar-benar terjadi, Sriwijaya FC berpotensi berganti nama sekaligus berpindah domisili mengikuti kebijakan pemilik baru.

Namun, Anggoro Prajesta mengaku belum menerima informasi terkait proses akuisisi tersebut.

Menurutnya, seluruh keputusan kini berada di tangan Alexander Rusli selaku pemegang saham mayoritas PT SOM.

"Belum dapat info lagi," ujar pria yang akrab disapa Goro itu, Jumat (31/7/2026).

Baca juga: Sriwijaya FC Tunjuk Ferry Rotinsulu Jadi Pelatih Kepala di Liga 3, Dapat Dukungan Dari Wijay

Goro mengatakan dirinya telah menyelesaikan tugas sebagai Direktur Olahraga PT SOM setelah mengemban jabatan tersebut selama satu musim. Karena itu, seluruh urusan klub kini telah diserahkan kepada Alexander Rusli.

Ia juga belum bisa memastikan apakah proses akuisisi benar-benar sedang berlangsung. Selain sedang berlibur bersama keluarga, ia menilai pembahasan mengenai akuisisi hanya diketahui oleh jajaran petinggi PT SOM dan Alexander Rusli sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus pemilik Digi Sport Asia.

"Untuk kejelasan soal akuisisi, lebih baik ditanyakan langsung kepada Pak Alexander Rusli sebagai pemegang saham mayoritas Sriwijaya FC. Beliau tentu lebih mengetahui perkembangannya," katanya.

Setelah menjalani musim 2025/2026 dengan hasil yang kurang memuaskan tanpa meraih satu kemenangan pun, Sriwijaya FC hingga kini juga belum menunjukkan langkah konkret untuk kembali bersaing di kompetisi profesional Indonesia.

Meski demikian, Goro berharap Sriwijaya FC segera mendapatkan investor baru yang mampu membangun kembali kekuatan tim sehingga bisa kembali berjaya.

"Bismillah aja semua bisa terselesaikan ya," tutup Goro.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.