Kesaksian Darwati, Saksi Pertama yang Melihat Kebakaran Asrama Polisi di Belakang Polda Jambi
Tommy Kurniawan July 31, 2026 02:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Kebakaran yang menghanguskan sedikitnya tujuh unit asrama polisi di belakang Polda Jambi, Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Jambi Selatan, Kamis (30/7/2026) siang.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Darwati.

Saat kejadian, Darwati mengaku sedang berbincang dengan tetangganya di depan rumah.

Awalnya ia mengira asap yang terlihat berasal dari suaminya yang sedang membakar sampah. Namun, ketika mengecek ke belakang rumah, ia mendapati api sudah muncul dari bagian tengah kompleks asrama polisi dan langsung berteriak meminta pertolongan.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta Pemimpin Daerah Termasuk Jambi Cek Sungai Tiap Hari

Berikut hasil wawancara Tribunjambi.com dengan Darwati yang telah dirapikan tanpa mengubah isi keterangannya.

Wawancara Darwati, Warga Kelurahan Tambaksari

Tanya: Bisa diceritakan kronologi kebakaran yang terjadi?

Darwati: Saya tadinya enggak tahu kalau kebakaran. Saya ke belakang, ada asap. Saya kira suami saya sedang bakar sampah. Enggak tahunya dari tengah-tengah rumah itu, asrama itu, apinya sudah besar. Langsung saya menjerit.

Tanya: Saat itu Ibu sedang apa?

Darwati: Ngobrol di depan sama tetangga.

Tanya: Sekitar jam berapa kejadiannya?

Darwati: Sekitar jam 11-an.

Tanya: Saat itu di rumah ada siapa?

Darwati: Sama suami saya. Berdua saja.

Tanya: Apa yang Ibu rasakan saat pertama melihat api?

Darwati: Aduh, ya Allah. Bukan asap lagi, sudah api. Sudah api besar. Apinya masih agak kecil sebenarnya, belum naik, masih di bawah.

Tanya: Apa reaksi Ibu saat melihat api?

Darwati: Terkejut. Saya langsung menjerit, "Kebakaran... kebakaran." Baru setelah itu orang-orang bereaksi. Tadinya enggak ada teriakan. Sepertinya saya yang pertama kali sadar karena saya ke belakang. Kalau saya enggak ke belakang, mungkin enggak tahu.

Tanya: Saat itu posisi Ibu memang masih di depan rumah?

Darwati: Iya. Dari depan kelihatan asap kecil. Saya kira memang ada yang bakar sampah. Enggak tahunya api sudah di tengah-tengah rumah.

Tanya: Berarti dapur rumah Ibu berdampingan dengan asrama polisi?

Darwati: Iya, satu dinding.

Tanya: Sudah berapa lama Ibu tinggal di sini?

Darwati: Kalau suami sudah lama. Kalau saya sejak tahun 2011.

Tanya: Selama tinggal di sini, apakah pernah terjadi kebakaran seperti ini?

Darwati: Belum pernah. Baru sekali ini.

Tanya: Bagaimana kondisi rumah sekarang?

Darwati: Barang-barang saya taruh di rumah tetangga. Ada beberapa bagian yang roboh, tapi itu memang sebelumnya sudah rusak.

Tanya: Bagian belakang rumah dibongkar saat proses pemadaman?

Darwati: Iya, sengaja dibongkar supaya apinya bisa dipadamkan.

Tanya: Untuk sekarang, apakah Ibu masih bisa tinggal di rumah?

Darwati: Bisa. Masih bisa di sini.

Tanya: Bagian rumah apa saja yang terdampak?

Darwati: Dapur saja. Alhamdulillah yang lain enggak ada. Barang-barang juga sudah langsung diungsikan.

Tanya: Saat petugas pemadam datang, apakah Ibu sedang menyelamatkan barang?

Darwati: Barang-barang sudah dikeluarkan. Maaf saja ya, Damkar itu waktu apinya sudah hampir habis baru datang.

Tanya: Menurut Ibu, apakah akses menuju lokasi memang sulit?

Darwati: Sebenarnya enggak sempit. Cuma mereka tadi kesulitan mencari lokasi, sampai harus dijemput.

Tanya: Bisa disebutkan identitas Ibu?

Darwati: Nama saya Darwati, warga RT 12, Kelurahan Tambaksari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.