Penemuan Dua Benda di TKP Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Jadi Sorotan Penyidik
Laksmi Anindita July 31, 2026 03:38 PM

TRIBUNWOW.COM - Polisi masih mendalami penemuan dua benda di lokasi kasus kematian satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Dua benda berupa borgol dan kunci borgol itu menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap penyebab kematian Sumarna (42), yang ditemukan meninggal pada Jumat (24/7/2026).

Penyelidikan kasus tersebut masih dilakukan Polda Jawa Barat bersama Polres Purwakarta. Polisi sebelumnya menduga korban meninggal akibat benturan benda tumpul sebelum tubuhnya berada di perairan, namun penyebab pasti dan kronologi kejadian masih menunggu hasil penyelidikan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan penyidik telah menggelar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Polda Jabar juga membentuk tim gabungan untuk mempercepat pengungkapan kasus.

"Para penyidiknya sedang dipanggil untuk dilakukan gelar hasil investigasi mulai dari olah TKP. Kita akan menurunkan tim gabungan untuk mendukung Polres Purwakarta. Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap," ujar Pipit Rismanto.

Menurut Pipit, dugaan awal menunjukkan korban meninggal akibat benturan benda tumpul sebelum berada di dalam air. Dugaan tersebut masih terus didalami penyidik.

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan dua borgol di lokasi berbeda. Satu borgol masih terpasang pada tangan korban saat ditemukan, sedangkan satu borgol lainnya ditemukan di sepeda motor korban yang berada di dekat pos jaga.

Penyidik juga menemukan kunci borgol di saku pakaian korban. Temuan itu menjadi salah satu hal yang masih didalami karena dinilai penting dalam penyusunan kronologi kejadian.

Paman korban, Ocid, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sulit dipahami bagaimana borgol dapat terpasang di kedua tangan korban sementara kuncinya masih berada di saku pakaian.

"Dengan tangan terborgol, borgol yang dia bawa sendiri karena dia seorang satpam. Tapi kuncinya ada di saku, masa dia bisa memborgol dirinya sendiri dengan tangan di belakang," ujarnya.

Selain itu, polisi juga menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal. Berdasarkan keterangan Kepala Desa dalam tayangan YouTube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, korban berangkat bekerja sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat warga mendatangi pos jaga sekitar pukul 23.00 WIB, korban sudah tidak berada di lokasi. Warga kemudian melakukan pencarian hingga ke kawasan gardu induk, namun belum menemukan korban.

Belakangan, sepeda motor korban ditemukan kembali di sekitar pos jaga. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, diduga korban sempat kembali ke pos sebelum peristiwa yang menyebabkan kematiannya terjadi. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dipastikan oleh kepolisian.

Keterangan warga lainnya menyebut korban masih terlihat berada di sekitar pos sekitar pukul 02.30 WIB. Informasi itu masih didalami penyidik sebagai salah satu petunjuk dalam menyusun kronologi kejadian.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian Sumarna serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.