Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang Beroperasi, Sebanyak 323 Siswa Ikuti MPLS
Eko Darmoko July 31, 2026 04:00 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang resmi beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Hari ini, Jumat (31/7/2026), sebanyak 323 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kegiatan MPLS sekaligus open house SRT 1 Kabupaten Malang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang Muhammad Sanusi, Forkopimda Kabupaten Malang, siswa, hingga wali murid.

Open house berlangsung di aula. Seluruh murid dan wali berkumpul untuk mengikuti kegiatan pembukaan MPLS.

Di antaranya, Mahesa Jenar (16) salah satu siswa kelas 1 SMA asal Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Di hari pertama sekolah, ia diantar oleh ayahnya.

"Senang bisa sekolah di sini, banyak temannya dan sekolahnya bagus," kata Mahesa.

Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 16 Malang Juara I dalam Ajang Putra-Putri Siswa Jatim 2026

Sebelumnya, ia berencana untuk sekolah di Pondok Pesantren (Ponpes) setelah lulus dari salah satu MTs di Tirtoyudo.

Namun, melalui program dari pemerintah, ia bisa sekolah berbasis asrama di SRT 1 Kabupaten Malang secara gratis tanpa dipungut biaya.

Terpisah, Kepala SRT 1 Kabupaten Malang, Warsito menambahkan sekolah tersebut menampung sebanyak 323 siswa gabungan dari siswa baru dan siswa rintisan dari SR Singosari.

Rincian siswa baru terdiri 59 siswa SD, 118 siswa SMP, dan 94 siswa SMA. Kemudian, siswa rintisan sebanyak 77 anak dari jenjang SD dan SMA.

Ia mengatakan selama kegiatan MPLS ini akan dipusatkan di gedung SMA SRT 1 Kabupaten Malang.

Setelah tahapan MPLS usai, kegiatan akan dilanjutkan dengan program matrikulasi sebelum memasuki proses pembelajaran reguler.

​Salah satu inovasi utama di SRT 1 Kabupaten Malang adalah penerapan pemetaan minat dan bakat peserta didik menggunakan tes Talent DNA.

Melalui pemetaan ini, sekolah dapat mengidentifikasi potensi spesifik setiap siswa dan menyajikan program ekstrakurikuler yang tepat sasaran.

"Jadi bakat-bakat siswa itu dipetakan, nanti sekolah akan memberikan ekstrakurikuler sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tes DNA tersebut."

"Ekstrakurikulernya seperti pramuka, mewarnai, paduan suara, futsal, tata rias, hadroh, dan lainnya," sambungnya.

​Selain memetakan bakat, aspek kesehatan fisik seluruh peserta didik baru juga menjadi perhatian.

Pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Bantur untuk menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang bersifat wajib bagi seluruh siswa baru.

Baca juga: Setahun Sekolah Rakyat di Kota Malang, Siswa Mulai Ukir Prestasi hingga Tingkat Nasional

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.