TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Stasiun Kiaracondong menjadi salah satu hub transportasi kereta api utama bagi wisatawan mancanegara di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung. Sepanjang semester pertama 2026 (Januari–Juni), stasiun ini berhasil melayani 2.018 pelanggan warga negara asing (WNA).
Capaian tersebut menempatkan Stasiun Kiaracondong di posisi kedua penyumbang volume penumpang luar negeri terbanyak di wilayah Daop 2.
Posisinya di bawah Stasiun Bandung yang mencatatkan 28.078 orang atau sekitar 75 persen dari total 37.367 pelanggan WNA. Adapun Stasiun Tasikmalaya yang berada di kawasan Priangan Timur menyusul di urutan berikutnya dengan angka 1.351 penumpang.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa peningkatan pergerakan penumpang asing di Stasiun Kiaracondong dan Tasikmalaya menandakan gairah pelancong internasional yang semakin meluas dalam menjelajahi berbagai destinasi wisata kawasan Priangan.
Diketahui, dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong, kereta melaju ke arah timur Priangan, melewati sejumlah stasiun, di antaranya Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Rute kereta kawasan Priangan ini menjadi salah satu rute kereta dengan pemandangan tercantik di Indonesia yang melewati perbukitan, sawah, sungai, dan pemandangan desa.
"Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara yang ingin menikmati perjalanan dengan aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus menikmati panorama alam sepanjang jalur kereta api. Peningkatan jumlah pelanggan WNA ini menunjukkan layanan KAI semakin dipercaya oleh wisatawan internasional," ujar Kuswardojo, Jumat (31/7/2026).
Ia menambahkan, mobilitas turis asing dari Stasiun Kiaracondong turut mendorong geliat perekonomian lokal dan pariwisata daerah.
"Kami terus melakukan berbagai inovasi layanan agar pengalaman pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara, semakin mudah dan menyenangkan. Kami berharap kereta api dapat terus menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas wisatawan," ucapnya.