Unmuh Babel Siapkan Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan 
Ajie Gusti Prabowo July 31, 2026 04:50 PM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam Lokakarya Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang digelar di Gedung Rusli Rahman Lantai 1, Ruang Rapat Unmuh Babel, Kamis (30/7).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Prof Johan, M.Si., serta diikuti Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmuh Babel Agci Hikmawati, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Seni Pertunjukan Dodi Pranata, M.Pd., Wakil Rektor III Unmuh Babel Yuanita, para pegiat seni, akademisi, hingga perwakilan pemerintah daerah tingkat kota dan provinsi.

Lokakarya ini menjadi langkah lanjutan setelah Unmuh Babel resmi membuka Program Studi S-1 Pendidikan Seni Pertunjukan pada semester ini. Sebagai satu-satunya program studi seni di Bangka Belitung, PSP diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga pendidik seni sekaligus menjadi pusat pengembangan seni dan budaya daerah.

Wakil Rektor III Unmuh Babel, Yuanita mengatakan, penyusunan visi dan misi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar program studi yang baru dibuka tersebut mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

"Harapannya kami bisa menghasilkan lulusan yang benar-benar dibutuhkan di Bangka Belitung, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan ini merupakan satu-satunya prodi seni yang ada di Bangka Belitung sehingga peluangnya sangat besar," kata Yuanita.

Ia menjelaskan, kebutuhan guru seni saat ini tidak hanya ada di jenjang sekolah dasar, tetapi juga pada tingkat menengah. Karena itu, kurikulum yang disusun harus mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Menurutnya, salah satu kekhasan yang akan diusung Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan adalah mengangkat budaya Melayu-Tionghoa sebagai identitas atau penciri program studi. "Setiap program studi memiliki ciri khas masing-masing. Kalau PGSD mengangkat kearifan lokal, maka di PSP kami ingin mengangkat budaya Melayu-Tionghoa sebagai penciri. Kami juga menggandeng para pegiat seni yang selama ini telah bermitra dengan kampus untuk memberikan masukan dalam penyusunan program studi ini," ujarnya.

Kaprodi Pendidikan Seni Pertunjukan Unmuh Babel, Dodi Pranata mengatakan, lokakarya tersebut menjadi forum untuk menghimpun berbagai masukan dari para pemangku kepentingan sebelum menyusun kurikulum secara final. Menurutnya, visi, misi, tujuan, dan strategi yang dirumuskan akan menjadi dasar dalam menentukan profil lulusan hingga penyusunan kurikulum Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan.

"Tujuan utama kami adalah duduk bersama seluruh stakeholder untuk mendengarkan arahan dan masukan. Dari hasil itu nanti akan dihasilkan rumuskan visi, misi, tujuan strategis, hingga profil lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan selanjunya akan ditetapkan melalui surat Keputusan Rektor Unmuh Babel," kata Dodi. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.