BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Proyek penataan Taman Kota Bamara di perempatan Jalan Pangeran Antasari, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan masih terus berjalan, Jumat pagi (31/7/2026).
Lokasi tersebut sebelumnya merupakan tempat berdirinya Monumen Taman Gerbang Kota (Kayuh Baimbai), karya maestro Misbach Tamrin.
Sebelumnya, muncul protes dari Dewan Kesenian Kota Banjarmasin terkait pembongkaran monumen tersebut oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemko atas kritik yang disampaikan.
Pihak pekerja proyek di lokasi menjelaskan, kondisi tugu sebelumnya sudah rusak parah dan membahayakan sehingga dilakukan pembongkaran untuk pembaruan.
Baca juga: Protes Monumen Karya Misbach Tamrin Dibongkar, Dewan Kesenian Banjarmasin Desak Pemko Minta Maaf
"Tugu ini karena bangunannya udah miring jadi kita perbarui," kata Arda, Pengawas Proyek Penataan Taman Kota di area bekas Tugu Misbach Tamrin.
Di lokasi bekas tugu sendiri akan dibangun rumah Banjar yang dilengkapi videotron. Relief sekelilingnya juga akan diperbaharui.
"Kalau konsep awal area bekas tugu itu akan dipasang video tron dengan ornamen-ornamen khas Banjar tentunya," ungkap Arda.
Meski dilakukan pembongkaran, relief lama disebutkan tetap dipertahankan desainnya, dan hanya dilakukan penyegaran dengan tambahan relief baru yang tetap mengandung unsur budaya Banjar.
"Untuk relief lama itu di bagian belakang saja, namun yang baru kita sambung nanti yah, diperbaharui tidak diganti. Tetap mempertahankan desain yang awal," kata Arda.
Baca juga: Pemko Lakukan Penataan Jalan A Yani Km 1 Banjarmasin, Belasan Bangunan Dipangkas
Arda menegaskan, langkah tersebut merupakan arahan langsung dari Pemko Banjarmasin. Menanggapi kritik Dewan Kesenian Banjarmasin, pihaknya menyatakan siap menyesuaikan konsep dengan arahan pimpinan.
"Itu masukan sih buat kita, jadi kita tampung nanti konsepnya kita samakan lah, sambil tetap berkoordinasi dengan pimpinan (Wali Kota)," kata Arda. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)