TRIBUNNEWS.COM - Drama panas kembali mewarnai rivalitas dua klub besar Liga Arab Saudi, Al Nassr dan Al Ahli.
Kali ini, mantan Presiden Al Nassr, Pangeran Faisal bin Turki, ikut terseret setelah melontarkan pernyataan yang dianggap sebagai sindiran kepada pendukung rival tradisional mereka.
Komentar tersebut muncul setelah kabar kepergian pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, dari kursi kepelatihan Al Ahli mencuat ke publik.
Jaissle disebut telah mengajukan pengunduran diri pada Kamis, (30/7) lalu untuk menerima tantangan baru bersama klub Liga Inggris, Newcastle United.
Pelatih berusia 38 tahun itu dikabarkan akan menggantikan posisi Eddie Howe dan memulai petualangan baru di Premier League pada musim 2026/2027.
Kepergian Jaissle pun langsung menjadi perhatian besar karena terjadi ketika Al Ahli tengah membangun kekuatan sebagai salah satu klub elite Arab Saudi.
Situasi tersebut kemudian memancing reaksi dari Pangeran Faisal bin Turki.
Melalui akun resminya di platform X dilansir Goal International, mantan orang nomor satu Al Nassr itu menuliskan pesan yang dinilai menyentil pihak Al Ahli.
"Selesaikan masalah kalian dengan pelatih kalian yang meninggalkan kalian, yang sudah jauh dari Al Nassr, kami tidak tahu apa-apa tentangnya dan tidak membawa kabarnya," tulis Pangeran Faisal.
Meski tidak menyebut sebuah klub secara langsung, pesan tersebut diyakini ditujukan kepada sebagian pendukung Al Raqi, julukan Al Ahli.
Di mana sebelumnya menuding adanya campur tangan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan Al Nassr terkait keputusan Jaissle meninggalkan klub.
Baca juga: Petualangan Singkat Theo Hernandez di Liga Arab Saudi bak Alarm Bahaya bagi AC Milan
Kepergian Jaissle sendiri semakin memanaskan rivalitas kedua tim yang dalam beberapa musim terakhir terus meningkat.
Al Nassr dan Al Ahli bukan hanya bersaing di lapangan, tetapi juga terlibat dalam persaingan besar di luar pertandingan seiring ambisi masing-masing menjadi kekuatan utama sepak bola Arab Saudi.
Hubungan kedua kubu memang sudah lama diwarnai tensi tinggi.
Persaingan memanas sejak pertemuan mereka musim lalu, baik di ajang Piala Super Arab Saudi maupun Liga Arab Saudi.
Pada Piala Super Arab Saudi, Al Ahli berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Al Nassr. Namun, di kompetisi liga, kedua tim saling mengalahkan sehingga rivalitas semakin sulit dipisahkan.
Setelah salah satu pertemuan tersebut, sejumlah pemain Al Ahli bahkan sempat melontarkan kritik keras.
Bek asal Turki, Merih Demiral, menuding adanya perlakuan tidak adil dari pihak penyelenggara Liga Arab Saudi yang dianggap lebih menguntungkan Al Nassr, terutama karena keberadaan megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo.
Kini, kepergian Matthias Jaissle kembali membuka babak baru dalam rivalitas Al Nassr dan Al Ahli.
Di tengah ambisi besar klub-klub Arab Saudi mendatangkan nama besar dunia, persaingan antarpendukung tampaknya masih akan menjadi warna tersendiri dalam perkembangan sepak bola Negeri Petro Dollar tersebut.
(Tribunnews.com/Giri)