Waswas Hujan dan Pernah Rugi Puluhan Juta, Jalan Putus di Dusun Sinar Kelabat 7 Bulan Tak Diperbaiki
Ardhina Trisila Sakti July 31, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Kendaraan roda dua maupun roda empat melambatkan lajunya ketika melintasi ruas jalan yang berada di Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Parittiga, Bangka Barat, Jumat (31/7/2026).

Kondisi salah satu titik ruas jalan yang menghubung akses ke Desa Kapit dan Desa Semulut itu di bawahnya terdapat gorong-gorong.

Ruas jalan tampak tidak rata, timbunan pasir dan susunan papan turut menutup ruas jalan yang pernah putus pada Desember 2025 lalu.

Hingga sekarang, tak ada yang jauh berubah dari ruas jalan yang putus akibat diterjang arus air lebih dari tujuh bulan tersebut.

Di salah satu sisi talud gorong-gorong, sebuah bangunan toko yang menempel ke rumah sudah tampak rusak.

Bangunan toko itu rusak sebagian saat talud roboh di Desember 2025 lalu. Peristiwa itu membuat Merta, pemilik toko tersebut bahkan mengalami kerugian hingga Rp20 juta.

“Waktu itu kejadiannya menjelang magrib, memang lagi pas hujan seharian,” kata Merta.

TOKO AMBRUK — Kondisi toko milik Merta yang ikut ambruk saat talud dan jalan putus di Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Bangka Barat Desember 2025 lalu. Hingga saat ini, Jumat (31/7/2026) kondisi itu belum diperbaiki.
TOKO AMBRUK — Kondisi toko milik Merta yang ikut ambruk saat talud dan jalan putus di Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Bangka Barat Desember 2025 lalu. Hingga saat ini, Jumat (31/7/2026) kondisi itu belum diperbaiki. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Saat bercerita kepada Bangkapos.com, ingatan tentang detik-detik peristiwa itu masih teringat jelas di benak Merta. Apalagi, kejadian itu membuat satu keluarganya menangis sedih akibat mengalami banyak kerugian.

“Itu sudah lebih lah tujuh bulan, kejadiannya itu pas DAM yang di atas itu bocor, jadi airnya ke sini semua, itu yang bikin taludnya roboh, terus menggerus ke toko, ke jalan,” ucapnya.

Dirinya harus merelakan barang-barang jualan, rak display dan tembok yang roboh hingga tidak bisa diselamatkan lagi.

“Waktu itu saya lagi ngurus-ngurus DAM yang bocor, pas saya ngurus itu, orang rumah (istri-red) datang ngasih tau kalau toko udah roboh,” jelasnya.

Saat tiba di toko, dirinya sudah pasrah dan berusaha mengamankan barang yang masih bisa diselamatkan dibantu oleh warga setempat.

Akibat kejadian itu, toko milik Merta sempat berjualan darurat seadanya karena kondisi tempok bangunan yang roboh dan banyak barang dagangan yang hanyut dibawa air.

Kerugian dari peristiwa itupun kata Merta bisa sampai belasan hingga puluhan juta rupiah.

“Kalau sama bangunan itu belasan juta (kerugiannya-red), sama bangun tembok baru itu total mungkin ada lah Rp20 juta,” ucapnya.

TOKO AMBRUK — Kondisi toko milik Merta yang ikut ambruk saat talud dan jalan putus di Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Bangka Barat Desember 2025 lalu. Hingga saat ini, Jumat (31/7/2026) kondisi itu belum diperbaiki.
TOKO AMBRUK — Kondisi toko milik Merta yang ikut ambruk saat talud dan jalan putus di Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Bangka Barat Desember 2025 lalu. Hingga saat ini, Jumat (31/7/2026) kondisi itu belum diperbaiki. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Tak hanya kerugian materil, perasaan ketakutan dan trauma masih mengintai Merta sekeluarga hingga detik ini.

Terutama ketika turun hujan, pria berumur 39 tahun itu mengaku tidak bisa tidur nyeyak dan merasa waswas lantaran takut kejadian itu akan terulang kedua kalinya.

“Lebih dari khawatir, terutama anak saya. Ketakutan, ada traumanya . Kalau ada hujan, pas tidur dia langsung bangun. Kami waswas semua, jadi enggak bisa meninggal rumah terlalu lama,” ucapnya.

Apalagi mendekati penghujung tahun, curah hujan tinggi dan dapat terjadi hingga berhari-hari.

Lanjut Merta, pemerintah pernah menjanjikn bahwa kondisi talud dan jalan putus tersebut akan diperbaiki pada Mei tahun ini.

Namun hingga penghujung bulan Juli 2026 tersebut, kerusakan itu tak tersentuh perbaikan sama sekali.

“Perkiraannya kemarin katanya bulan 5 ini (Mei 2026-red), tapi kami ikut aja, namanya juga warga kan. Tapi kami enggak tau lah, sampai sekarang belum ada kejelasan, belum ada yang datang ngukur-ngukur atau apa, ngecek-ngecek,” tuturnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah sesegera mungkin memperbaiki talud dan jalan putus itu.

“Apalagi mau musim barat juga, musim barat itu hujan lagi deras-derasnya. Kalau terjadi kedua kalinya entah lah, mungkin habis semua,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.