Mikdar Ilyas Dorong Sinergi BBWS dan Pemprov Lampung Hadapi Puncak Kemarau
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 31, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas mengingatkan pentingnya sinergi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dan Pemerintah Daerah melalui instansi terkait dalam menghadapi puncak musim kemarau 2026. 

Baca juga: BMKG: Puncak Musim Kemarau Lampung Diprakirakan Agustus 2026, Petani Diminta Waspadai Kekeringan

Prediksi BMKG, puncak musim kemarau bakal terjadi hingga Oktober 2026 mendatang.

Mikdar mengapresiasi langkah BBWS Mesuji Sekampung yang menyalurkan 5.000 liter air bersih serta mengoperasikan sumur irigasi air tanah (JIAT) di lahan pertanian.

Legislator fraksi Gerindra ini menilai, sinergi antara BBWS dan Pemprov daerah sangat penting dalam menghadapi puncak kemarau.

"Upaya ini menunjukkan hadirnya pemerintah dalam meminimalkan risiko kekeringan pada sektor pertanian dan pemukiman warga," ujar Mikdar, Jumat (31/7/2026).

Mikdar menuturkan, bahwa Pemprov Lampung juga telah melakukan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air kesiapan petani di lapangan.

Di mana, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung telah menyalurkan sebanyak 101 bantuan pompa air hingga Mei 2026.

"Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Dajusal juga telah memberi bantuan alat pertanian untuk petani kita, termasuk pompa air, itu untuk mendukung kebutuhan para petani kita," kata dia.
 
Selain pengamanan pasokan air sawah, Mikdar juga mendukung langkah penyiapan armada tangki air bersih secara berkelanjutan untuk kebutuhan harian masyarakat.

Di samping krisis air, legislator asal Lampung ini juga mengimbau seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Pencegahan karhutla serta pengawasan titik panas (hotspot) tentu perlu terus dikawal bersama demi menjaga keamanan lingkungan kita," kata Mikdar.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun hutan.

Ia menilai, meski pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi, kemampuan penanganan akan sangat terbatas apabila kebakaran terjadi secara bersamaan di banyak lokasi.

Kita jangan menunggu sampai terjadi di Lampung. Di sejumlah daerah lain sudah ada kejadian kebakaran yang cukup besar. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada," tegasnya.

Mikdar juga mengajak seluruh elemen, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, media massa, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengedukasi warga mengenai pentingnya mitigasi dalam menghadapi puncak musim kemarau.

Melalui kebersamaan antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat, ketersediaan pangan serta pasokan air di Provinsi Lampung diyakini tetap terjaga aman selama musim kemarau.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.