Strategi Kapolrestabes Surabaya Meredam Ketegangan Ratusan Pesilat yang Tuntut Soal Kasus Pembacokan
Putra Dewangga Candra Seta July 31, 2026 09:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Situasi di depan Mapolrestabes Surabaya sempat dipenuhi ratusan massa dari kelompok pesilat yang menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (31/7/2026).

Namun, di tengah tingginya perhatian terhadap kasus dugaan pembacokan di Jalan Basuki Rahmat, kepolisian memilih pendekatan yang berbeda.

Alih-alih hanya mengandalkan pengamanan berlapis, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan turun langsung menemui massa dan membuka ruang dialog.

Langkah tersebut menjadi strategi untuk meredam ketegangan sekaligus memastikan aspirasi peserta aksi didengar secara terbuka.

Audiensi pun berlangsung dengan melibatkan perwakilan demonstran dan jajaran pejabat utama Polrestabes Surabaya.

Hasil pembahasan kemudian disampaikan langsung kepada ratusan peserta aksi yang telah menunggu di halaman Mapolrestabes.

Pendekatan komunikasi itu membuat penyampaian informasi berlangsung terbuka tanpa memicu eskalasi situasi. Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, aksi unjuk rasa berakhir aman, tertib, dan lancar.

Kapolrestabes Pilih Dialog Sebelum Menyampaikan Progres Kasus

UNJUK RASA - Ratusan massa dari kelompok perguruan silat unjuk rasa di depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jumat (31/7/2026). Massa tiba sekira pukul 14.00 WIB. Mereka langsung menyampaikan orasi, sembari membawa beberapa atribut dan umbul umbul.
UNJUK RASA - Ratusan massa dari kelompok perguruan silat unjuk rasa di depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jumat (31/7/2026). Massa tiba sekira pukul 14.00 WIB. Mereka langsung menyampaikan orasi, sembari membawa beberapa atribut dan umbul umbul. (Surya.co.id/Febrianto Ramadani)

Sejak awal aksi berlangsung, Kapolrestabes Surabaya tidak hanya mengawasi jalannya pengamanan, tetapi juga menerima langsung aspirasi dari perwakilan kelompok pesilat.

Didampingi sejumlah pejabat utama, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mendengarkan satu per satu masukan yang disampaikan delegasi massa dalam audiensi di dalam Mapolrestabes Surabaya.

Usai pertemuan selesai, Kapolrestabes bersama para perwakilan kembali keluar menemui ratusan peserta aksi.

Polisi juga mengimbau seluruh massa tetap tertib dan duduk rapi agar penyampaian hasil audiensi dapat didengar dengan jelas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi tetap terbuka di tengah tingginya perhatian publik terhadap penanganan kasus dugaan pembacokan yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

Baca juga: Ratusan Pesilat Geruduk Mapolrestabes, Tuntut Keadilan untuk Korban Dugaan Pembacokan 

Polisi Tegaskan Proses Hukum Berjalan Transparan

Dalam keterangannya kepada peserta aksi, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan memastikan penyidikan perkara dilakukan secara profesional dan transparan.

“Saat ini pelaku sudah tertangkap satu orang. Mari kita sama-sama berdoa. Semoga saudara kita yang kemarin menjadi korban pembacokan segera diberikan kesembuhan, dan bisa beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya.

Kapolrestabes juga menegaskan bahwa kepolisian mengutuk segala bentuk aksi premanisme maupun kekerasan yang meresahkan masyarakat.

Ia memastikan proses hukum akan terus berjalan terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam perkara tersebut tanpa pandang bulu.

Polisi Masih Memburu Satu Pelaku yang Masuk DPO

Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Surabaya mengungkapkan bahwa masih ada satu pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Ia pun mengajak masyarakat ikut berpartisipasi apabila mengetahui keberadaan pelaku.

“Saya minta bantuan rekan-rekan sekalian. Kami terus mencari satu pelaku lain, yang masih DPO. Tolong nanti dibantu apabila ada informasi di mana yang bersangkutan informasikan ke kami,” tegasnya.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dengan memastikan setiap informasi dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti.

“Kami siap lakukan pengamanan, penangkapan dan proses hukum lebih lanjut. Nanti kalau ada yang punya informasi berkaitan dengan pelaku ini, yang sudah kami terbitkan DPO, silahkan hubungi kami. Segera kami lakukan penangkapan,” tandasnya.

Strategi Komunikasi Jadi Kunci Meredam Ketegangan

Di tengah aksi yang diikuti ratusan peserta, kepolisian tidak hanya berfokus pada pengamanan fisik, tetapi juga mengedepankan komunikasi langsung dengan massa.

Penyampaian hasil audiensi secara terbuka di hadapan seluruh peserta aksi menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Dengan mengetahui perkembangan penyidikan secara langsung dari Kapolrestabes, ruang munculnya spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi dapat diminimalkan.

Pendekatan dialog juga memberi kesempatan kepada massa untuk memperoleh kepastian mengenai langkah yang telah dilakukan penyidik, termasuk penangkapan satu pelaku dan upaya pengejaran terhadap satu pelaku lain yang masih berstatus DPO.

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, ratusan peserta aksi membubarkan diri secara tertib menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Seluruh rangkaian unjuk rasa pun berakhir dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.

Pendekatan yang dilakukan Kapolrestabes Surabaya menunjukkan bahwa pengelolaan aksi massa tidak selalu mengandalkan pengamanan semata.

Dialog langsung, keterbukaan informasi, serta penyampaian perkembangan penyidikan di hadapan peserta aksi menjadi strategi komunikasi yang dapat meredakan ketegangan tanpa mengurangi komitmen penegakan hukum.

Meski demikian, kepercayaan publik tetap akan sangat bergantung pada konsistensi kepolisian dalam menuntaskan perburuan satu pelaku yang masih berstatus DPO dan memastikan seluruh proses hukum berjalan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.