Apakah Piala Dunia pernah diboikot sebelumnya?
Hendra Wijaya July 31, 2026 07:12 PM

Ancaman luar biasa dari Uefa untuk memboikot Piala Dunia terkait rencana Fifa menjual saham dalam turnamen tersebut menjadi kabar penting — namun sudah ada preseden ketika tim nasional dan badan konfederasi mengambil sikap menolak kompetisi itu.

Otoritas sepak bola Eropa itu pada Kamis memutuskan untuk memboikot Piala Dunia menyusul proposal kontroversial yang diajukan presiden Fifa, Gianni Infantino, untuk menjual saham dalam ajang puncak sepak bola tersebut.

Uefa juga didukung oleh Concacaf, konfederasi yang mengatur sepak bola di Amerika Utara dan Amerika Tengah serta menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun ini — badan itu menyatakan 41 asosiasi anggotanya “menolak” usulan yang diajukan Infantino, dalam pukulan besar lain terhadap rencana tersebut.

Meski badan sekuat Uefa belum pernah secara langsung mengancam langkah seperti ini sebelumnya, sejarah mencatat sejumlah contoh negara dan badan pengatur yang melewatkan Piala Dunia karena alasan geopolitik maupun alasan sepak bola.

Uruguay, juara Piala Dunia perdana pada 1930, menolak mempertahankan gelarnya empat tahun kemudian sebagai protes atas minimnya jumlah tim dari Eropa yang datang ke Amerika Selatan untuk turnamen pertama tersebut.

Pada 1938, mereka diikuti negara tetangga Argentina, yang sebelumnya berharap menjadi tuan rumah turnamen itu.

Sementara itu, Turki, Indonesia, Mesir, dan Sudan sama-sama menolak menghadapi Israel dalam kualifikasi zona Asia untuk Piala Dunia 1958, dengan Wales pada akhirnya mengalahkan tim Israel dalam laga kualifikasi satu pertandingan.

Pada Oktober 1964, seluruh 15 tim Afrika mundur dari kualifikasi setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (Caf) menilai jatah satu tempat yang diberikan untuk benua mereka, Asia, dan Oseania tidak adil — terutama ketika 10 negara Eropa tampil di turnamen 1966.

Delapan tahun kemudian, Uni Soviet menolak memainkan leg kedua play-off kualifikasi di Santiago setelah kudeta Chili 1973 yang mengantarkan Augusto Pinochet berkuasa. Sebelas pemain Chili tetap turun ke lapangan di Estadio Nacional, dengan kapten Francisco Valdés menggiring bola ke gawang langsung dari sepak mula sebelum kemenangan 2-0 diberikan.

Partisipasi Iran di Piala Dunia tahun ini sempat diragukan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke negara tersebut pada Februari. Seruan yang lebih luas untuk memboikot juga muncul, terutama terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat di bawah kepresidenan Donald Trump.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.