TRIBUNSUMSEL.COM - Pengakuan mengejutkan datang dari Sarwendah mengenai dinamika keluarganya usai mengangkat Betrand Peto (Onyo) menjadi anak pada 2019 lalu.
Mantan istri Ruben Onsu ini menyebut kehadiran Betrand diduga menjadi pemicu awal kedua putri kandungnya harus menjalani terapi pendampingan psikolog.
Hal tersebut diungkapkan Sarwendah saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Denny Sumargo.
Baca juga: Rekaman Video Marah-Marah Bocor, Pihak Ruben Onsu Patahkan Pengakuan Sarwendah
Sarwendah menceritakan, perubahan perilaku drastis mulai terlihat pada putri sulungnya, Thalia, tak lama setelah Betrand Peto resmi tinggal bersama mereka.
"Pada saat Onyo hadir enggak lama, anak-anak ada psikolog," ujar Sarwendah, dikutip Tribunsumsel.com pada Jumat (31/7/2026).
Mendengar pengakuan tersebut, Denny Sumargo kemudian menanyakan alasan Sarwendah membawa kedua putrinya menemui psikolog.
Sarwendah menyebut Thalia kerap mengalami tantrum hebat tanpa pemicu yang jelas.
"Kenapa kamu bawa anak-anak ke psikolog?" tanya Densu.
"Trigger awalnya adalah waktu itu Cici Thalia tantrum. Kalau tantrum enggak tahu kenapa, tiba-tiba menangis dan bisa pukul-pukul gitu," ungkap Sarwendah, dikutip Jumat (31/7/2026).
Kondisi tersebut diperparah ketika Sarwendah menerima laporan dari pihak sekolah mengenai tindakan emosional Thalia.
"Jadi aku sebagai seorang ibu sedih. Dia juga ada melakukan sesuatu hal di sekolah yang menurut aku, aku tahu dari gurunya ya, menurut aku sebagai orang tua benar-benar kayak terpukul sekali," terangnya.
Terpukul dengan kondisi sang anak, Sarwendah akhirnya memutuskan membawa putrinya ke psikolog untuk menjalani terapi.
Baca juga: Ngoceh Tanpa Bukti Ruben Onsu Tertawa Dituding Terlibat Pinjol oleh Sarwendah, Tantang Buktikan
Sarwendah mengatakan psikolog menilai menjadi sosok seperti putrinya bukanlah hal yang mudah.
Menurutnya, sang anak memiliki kepekaan yang tinggi dan memahami banyak hal lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya.
"Menjadi dia juga tidak mudah kok. Di umur segitu, aku melihat dia anak yang sangat sensitif. Dan banyak hal yang dia pelajari lebih cepat daripada umur dia seharusnya," terang Sarwendah.
Diketahui, Betrand Peto atau yang akrab disapa Onyo ini resmi menjadi anak angkat Ruben Onsu dan Sarwendah pada tahun 2019.
Pernyataan Sarwendah yang mengaitkan kehadiran Betrand dengan kondisi psikologis anak-anaknya langsung memantik reaksi.
Hanya beberapa jam setelah podcast tayang, Betrand Peto mengunggah tulisan singkat di media sosial berlatar hitam: "Bohongg...".
Di sisi lain, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah keras narasi yang menyebut kedatangan Onyo menjadi pemicu anak-anak tantrum hingga berobat ke psikolog.
Betrand Peto sendiri diketahui telah menjadi anak angkat Ruben Onsu dan Sarwendah sejak 2019.
Saat diangkat menjadi bagian dari keluarga, usia Betrand masih sekitar 14 tahun dan tengah merintis karier sebagai penyanyi.
Remaja asal Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, itu kemudian dikenal luas setelah bergabung dengan keluarga Ruben dan Sarwendah.
Setelah kehadiran Betrand, putri Sarwendah disebut mulai tantrum hingga harus terapi ke psikolog.
Mengenai ucapan tersebut, Minola selaku wakil Ruben, tidak sependapat.
Menurutnya, kehadiran Onyo alias Betrand sebagai anak sulung sekaligus kakak laki-laki untuk dua putri Sarwendah malah membuat suasana jadi semakin hangat.
Bahkan putri-putri Ruben dan Sarwendah nampak akrab dan bahagia dengan kehadiran Betrand di rumah mereka.
"Lo kenapa tantrum? Mungkin enggak sih anak di bawah umur tiba-tiba ada tambahan satu orang di rumah itu, kan rumah itu rame tuh. Bukankah malah jadi happy ada teman bermain," ucap Minola saat menggelar konferensi pers bersama awak media, dikutip Jumat (31/7/2026).
"Dia cuma punya saudara perempuan, terus tambah saudara laki-laki. Bagaimana sayangnya Onyo ke adik-adiknya dan bagaimana kemesraan Onyo dengan adik-adiknya? Kok tiba-tiba sekarang tantrum," lanjutnya.
Lantas di akhir, Minola menyinggung soal pepatah mengenai kebohongan.
Seolah ia mengisyaratkan bahwa yang dilakukan Sarwendah hanyalah tengah menutupi kebohongan dengan kebohongan yang lain supaya tampak sebagai kebenaran.
"Pepatah bilang kebohongan harus ditutup dengan kebohongan baru, begitu seterusnya supaya kebohongan bisa terlihat sebagai suatu kebenaran," tutupnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com