TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Perjuangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang bergengsi Piala AFF 2026 kini resmi memasuki fase yang sangat krusial.
Jadwal pertandingan yang dijalani oleh skuad Garuda tergolong sangat padat dan menuntut ketahanan fisik serta mental yang luar biasa dari setiap pemain.
Setelah bertolak ke Thailand pada Kamis (30/7/2026) kemarin, skuad Garuda langsung harus memeras keringat di lapangan hijau dengan menghadapi Timor Leste pada Jumat (31/7/2026) sore.
Baca juga: Bersama 24 Ribu Suporter, Bupati Rudy Susmanto dan Wawalkot Bogor Rayakan Kemenangan Timnas Garuda
Keputusan untuk mengambil jeda istirahat atau pemulihan yang sangat minim ini ternyata merupakan pertimbangan serta pilihan taktis murni dari sang juru taktik utama tim.
"Memang Coach John memilih jeda recovery yang sangat pendek, nah itu pilihan Coach John," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat ditemui di Universitas Indonesia, Jumat (31/7/2026).
Tak ada waktu untuk bersantai di tengah ketatnya persidangan turnamen regional ini. Rombongan Timnas Indonesia dijadwalkan langsung terbang kembali ke tanah air pada Sabtu (1/8/2026) esok harinya.
Setibanya di tanah air, ujian berat berikutnya langsung menanti karena tim kuat Vietnam sudah bersiap untuk dihadapi oleh Indonesia pada Senin mendatang.
Ujian fisik yang berat ini tentu menuntut kecermatan manajemen tim dalam menjaga kondisi kebugaran para penggawa Garuda di tengah padatnya arus perjalanan dan waktu istirahat yang sangat terbatas.
"Nah, kita lihat nanti perjalanan ini dan recovery-nya seperti apa," tutur Erick Thohir yang terus memantau ketat kondisi fisik para pemain.
Menghadapi rentetan jadwal laga yang begitu sengit, Erick secara khusus memberikan peringatan keras agar seluruh elemen tim tidak pernah menganggap enteng kekuatan lawan yang dihadapi di setiap pertandingan.
"Yang saya harapkan tentu tidak memandang rendah siapa pun, sebab di sepak bola itu bolanya bundar," tegasnya mengingatkan bahwa potensi kejutan selalu bisa terjadi kapan saja di atas lapangan hijau.
Ia pun terus melantunkan doa serta harapan agar tren positif yang sebelumnya diraih saat sukses membungkam Kamboja bisa kembali terulang.
Bagi Erick, perolehan hasil akhir yang baik jauh lebih krusial dibandingkan sekadar jumlah gol yang tercipta di setiap laga.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tensi persaingan di Piala AFF tahun ini semakin membara karena setiap negara tampil dengan kesiapan maksimal demi mendongkrak peringkat FIFA serta menguasai takhta juara turnamen.
Fakta sejarah bahwa Indonesia belum pernah sekalipun mengecap manisnya trofi juara Piala AFF menjadi pelecut semangat terbesar untuk segera mengakhiri penantian panjang tersebut.
"Mudah-mudahan dengan keseriusan pelatih dan pemain, ditambah doa serta dukungan penuh kita semua, hasilnya bisa sangat baik," tutup Erick Thohir.